Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Mendaki Gunung, Menemukan Damai dalam Diri

[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]

Penulis: Feni Solihah 

Langkah demi langkah
menyusuri jejak tanah basah
angin berbisik di sela dedaunan
membawa pesan hening yang menenangkan.

Gunung bukan sekadar puncak
ia adalah ruang sunyi
tempat jiwa belajar sabar
tempat hati menemukan arti.

Peluh jatuh
namun hati ringan
beban dunia perlahan hilang
berganti damai yang tumbuh dari dalam.

Di puncak
langit merangkul dengan biru
mata memandang luas
jiwa merasa utuh.

Mendaki gunung
bukan hanya perjalanan raga
melainkan perjalanan jiwa
menemukan damai
menemukan diri.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Satu tanggapan untuk “Mendaki Gunung, Menemukan Damai dalam Diri”

  1. Avatar sc. ramadani
    sc. ramadani

    Puisi tentang pendakian gunung ini ditulis dengan sangat rapi dan nyaman dibaca. Penulis mampu menggambarkan proses mendaki dengan sabar sehingga pembaca seolah ikut merasakan perjalanannya. Pemilihan kata-katanya menurut saya sudah bagus dan mudah dipahami, meskipun tidak terlalu menggunakan bahasa yang terkesan sangat puitis atau bersifat sastra berat. Justru kesederhanaan tersebut membuat puisi ini terasa lebih dekat dan nyata. Puisi ini tidak hanya menceritakan tentang mendaki gunung, tetapi juga tentang proses melatih kesabaran dan keteguhan diri dalam menghadapi perjalanan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *