
[Sumber gambar: https://temanggung.pikiran-rakyat.com]
Penulis: Yulia Herliani
Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita sering menemukan berbagai jenis teks, mulai dari narasi, eksposisi, hingga laporan. Salah satu yang penting untuk dipelajari adalah teks Laporan Hasil Observasi (LHO). Mengapa penting? Karena teks ini mengajarkan kita cara menyampaikan informasi berdasarkan fakta, bukan sekadar pendapat pribadi. Dengan kata lain, LHO membantu kita belajar menulis secara jujur, teliti, dan runtut.
1. Apa itu Teks LHO?
Teks laporan hasil observasi adalah tulisan yang memaparkan informasi tentang sesuatu yang kita amati. Objek pengamatan bisa sangat beragam, misalnya tumbuhan, hewan, peristiwa, lingkungan, bahkan fenomena sosial di sekitar kita. Hal terpenting dalam teks ini adalah penyajian data yang bersifat faktual, sehingga pembaca mendapatkan gambaran jelas tanpa tercampur opini penulis.
2. Struktur Teks LHO
Agar mudah dipahami, teks LHO memiliki pola penulisan yang teratur, biasanya terdiri dari tiga bagian utama:
- Pernyataan umum
Bagian ini berisi pengantar tentang objek yang diamati. Misalnya, jika kita menulis tentang kucing, maka kita perkenalkan dulu bahwa kucing adalah mamalia yang banyak dipelihara manusia. - Deskripsi bagian
Di sinilah detail tentang objek dijelaskan. Kita bisa menulis tentang ciri fisik, sifat, atau kebiasaan objek. Misalnya, kucing punya mata tajam, bulu lembut, kuku yang bisa ditarik, dan berbagai ras. - Deskripsi manfaat
Bagian ini bersifat opsional. Tidak semua teks mencantumkan manfaat, tetapi biasanya laporan akan lebih lengkap jika menyebutkan peran objek bagi kehidupan manusia. Misalnya, kucing membantu mengendalikan tikus.
3. Ciri Kebahasaan Teks LHO
Supaya berbeda dengan jenis teks lain, LHO memiliki ciri kebahasaan yang khas. Beberapa di antaranya adalah:
- Menggunakan kalimat definisi (misalnya: “Padi adalah tanaman pangan utama di Indonesia”).
- Menggunakan kata umum (hewan, tumbuhan, lingkungan) dan kata khusus (kucing anggora, padi IR64).
- Memakai istilah ilmiah sesuai bidang, seperti mamalia, habitat, fotosintesis.
- Informasi disampaikan dengan kalimat objektif, bukan pendapat pribadi.
- Ada penggunaan konjungsi atau kata penghubung (selain itu, kemudian, sedangkan) agar teks terasa runtut.
- Menggunakan kalimat deskripsi, menggunakan kata kerja berimbuhan
4. Mengapa Kita Perlu Belajar Teks LHO?
Memahami teks LHO sebenarnya bukan hanya soal pelajaran bahasa Indonesia. Lebih dari itu, LHO melatih kita untuk berpikir kritis, jujur pada data, dan terampil menyusun informasi. Di era sekarang, ketika informasi berseliweran di media sosial, kemampuan membedakan fakta dari opini menjadi sangat penting. Jadi, belajar menulis LHO sama artinya dengan melatih diri untuk lebih cerdas dan objektif dalam melihat dunia.
Contoh Teks LHO
Judul: Kucing
Pernyataan Umum
Kucing adalah hewan mamalia yang berasal dari keluarga Felidae. Hewan ini dikenal lincah, mudah beradaptasi, dan sering dipelihara manusia karena penampilannya yang menarik serta perilakunya yang menggemaskan.
Deskripsi Bagian
Tubuh kucing berukuran sedang dengan bulu lembut, mata tajam, serta telinga yang peka terhadap suara. Kukunya dapat ditarik masuk dan keluar sesuai kebutuhan, misalnya untuk memanjat atau bertahan dari ancaman. Jenis kucing sangat beragam, seperti anggora, persia, dan kucing lokal.
Dalam hal makanan, kucing termasuk hewan karnivora. Mereka biasanya makan daging, tetapi kucing peliharaan sering diberi makanan khusus berupa pelet. Dari sisi perilaku, kucing termasuk hewan nokturnal (aktif di malam hari) dan gemar bermain.
Deskripsi Manfaat
Selain sebagai hewan peliharaan, kucing memiliki manfaat lain, yaitu membantu mengurangi populasi tikus. Kehadirannya juga sering menambah kenyamanan rumah dan bisa menjadi teman yang menyenangkan bagi pemiliknya.
Dengan mempelajari teks laporan hasil observasi, kita tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar bagaimana menghargai data dan fakta. Keterampilan ini akan bermanfaat, baik di sekolah maupun di luar sekolah, karena melatih kita untuk lebih terstruktur dalam berpikir dan berkomunikasi.












Tinggalkan Balasan