
[Sumber gambar: https://ruber.id/]
Penulis: Fahira Irdina Sutriman
Pendidikan Agama Islam merupakan proses berkelanjutan yang tidak berhenti pada jenjang pendidikan formal, tetapi berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Tujuan utama pendidikan agama adalah membentuk pribadi muslim yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup. Di tengah kehidupan modern yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan moral, pendidikan agama memiliki peran yang semakin penting, khususnya bagi perempuan yang menempati posisi strategis dalam keluarga dan masyarakat.
Perempuan, terutama ibu rumah tangga, dipandang sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya, sebagaimana ungkapan al-ummu madrasatul ula. Peran ini menempatkan perempuan sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan keluarga. Oleh karena itu, pembinaan keagamaan bagi perempuan menjadi kebutuhan mendasar untuk memperkuat ketahanan moral keluarga sekaligus membentuk generasi yang religius dan berakhlak mulia.
Masjid Al-Ukhuwah Islamiyah yang berlokasi di Jalan Tamansari Bawah, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, merupakan salah satu ruang pendidikan keagamaan nonformal yang aktif menjalankan fungsi pembinaan umat, khususnya bagi jamaah perempuan. Masjid ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan penguatan spiritual melalui kegiatan pengajian yang diselenggarakan secara rutin. Tingginya keterlibatan jamaah perempuan di tengah kesibukan domestik dan sosial menjadi fenomena menarik untuk dikaji, terutama dalam konteks keberlanjutan pembinaan keagamaan.
Kegiatan pengajian di Masjid Al-Ukhuwah Islamiyah dirancang tidak semata-mata berfokus pada ibadah ritual, tetapi juga pada penguatan pemahaman agama secara praktis. Pengajian dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu sore dan Jumat siang. Pada hari Rabu, jamaah perempuan mengikuti kegiatan tahsin Al-Qur’an yang bertujuan memperbaiki bacaan dan pemahaman tajwid. Sementara itu, pengajian hari Jumat diisi dengan pembacaan Surah Al-Kahfi dan istigasah bersama sebagai sarana penguatan spiritual. Seluruh kegiatan tersebut dibimbing oleh ustaz yang berpengalaman sehingga proses pembelajaran berlangsung secara terarah dan kondusif.
Metode penyampaian materi pengajian dilakukan dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan interaktif. Jamaah tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga diberi ruang untuk bertanya, berdiskusi, serta mempraktikkan langsung materi yang disampaikan, terutama dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Pendekatan ini menciptakan suasana pengajian yang hangat dan tidak kaku, sehingga jamaah perempuan merasa nyaman untuk terus belajar dan meningkatkan pemahaman keagamaannya.
Keberhasilan kegiatan pengajian ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain tersedianya fasilitas masjid yang memadai, kemampuan pembimbing dalam menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami, serta tingginya semangat jamaah perempuan dalam menuntut ilmu agama. Meskipun demikian, kegiatan ini juga menghadapi sejumlah hambatan, terutama keterbatasan waktu akibat kesibukan rumah tangga dan aktivitas pribadi jamaah. Tidak semua jamaah dapat hadir secara rutin sehingga sebagian materi terkadang terlewatkan. Namun, semangat belajar jamaah dan dukungan pengurus masjid menjadi kunci utama keberlangsungan kegiatan pengajian.
Secara keseluruhan, pelaksanaan pengajian di Masjid Al-Ukhuwah Islamiyah menunjukkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam pembinaan keagamaan perempuan. Melalui kegiatan pengajian yang sederhana namun terarah, jamaah perempuan memperoleh penguatan pemahaman agama, peningkatan spiritualitas, serta bekal untuk menjalankan peran mereka sebagai pendidik utama dalam keluarga. Pembinaan keagamaan semacam ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berkontribusi dalam membangun keluarga dan masyarakat yang religius serta berakhlak mulia.
Keberadaan pengajian perempuan di Masjid Al-Ukhuwah Islamiyah juga berperan sebagai ruang sosial yang memperkuat ikatan kebersamaan antarjamaah. Melalui pertemuan rutin, para jamaah tidak hanya memperoleh ilmu keagamaan, tetapi juga saling berbagi pengalaman, mempererat ukhuwah, dan membangun solidaritas. Hubungan sosial yang terjalin dalam kegiatan pengajian ini turut menciptakan suasana belajar yang nyaman dan saling mendukung, sehingga jamaah perempuan lebih termotivasi untuk terus mengikuti kegiatan keagamaan.
Selain berdampak pada peningkatan pemahaman agama, pembinaan keagamaan melalui pengajian juga memberikan pengaruh positif terhadap sikap dan perilaku jamaah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keislaman yang diperoleh dari pengajian, seperti kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab, tercermin dalam cara jamaah menjalankan peran mereka di dalam keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, pengajian tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan penguatan moral.
Dari sisi keberlanjutan, kegiatan pengajian perempuan di masjid memerlukan dukungan yang konsisten dari berbagai pihak, baik pengurus masjid, tokoh agama, maupun jamaah itu sendiri. Inovasi dalam metode penyampaian, penyesuaian waktu kegiatan, serta pemanfaatan media pendukung dapat menjadi langkah strategis untuk menjaga antusiasme jamaah. Upaya ini penting agar pembinaan keagamaan dapat terus berjalan secara efektif dan relevan dengan kebutuhan jamaah perempuan di tengah dinamika kehidupan modern.
Sebagai simpulan, pengajian perempuan di Masjid Al-Ukhuwah Islamiyah merupakan bentuk pembinaan keagamaan yang memiliki peran signifikan dalam meningkatkan pemahaman, spiritualitas, dan kualitas kehidupan jamaah perempuan. Melalui kegiatan yang terstruktur, komunikatif, dan berkelanjutan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Pembinaan keagamaan semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran keislaman yang memperkuat keluarga, membangun masyarakat religius, dan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.













Tinggalkan Balasan