
[Sumber Gambar: Pedagogia Humaniora]
Penulis: Heri Isnaini
Artikel ini mengkaji puisi “Percakapan Rahasia” karya Remy Sylado dengan menggunakan pendekatan semiotika Barthesian untuk menelusuri konstruksi makna “lapar” sebagai tanda dan mitos spiritualitas modern. Analisis difokuskan pada relasi penanda–petanda serta pembentukan mitos yang merepresentasikan krisis hasrat, banalitas dosa, dan ambiguitas religius dalam kehidupan manusia modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa “lapar” tidak hanya berfungsi sebagai metafora kekurangan biologis, tetapi berkembang menjadi tanda ketidakpuasan eksistensial yang terus direproduksi oleh budaya konsumtif. Melalui ironi religius, terutama pada representasi malaikat dan percakapan rahasia
dengan Tuhan. Puisi ini membangun mitos spiritualitas personal yang tidak tunduk sepenuhnya pada kesalehan normatif. Dalam konteks ini, Remy Sylado menghadirkan kritik budaya modern sekaligus membuka ruang pembacaan sufistik, di mana kejujuran batin dan kesadaran akan keterbatasan diri menjadi titik awal pengalaman spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa puisi tersebut berfungsi sebagai wacana kultural yang merefleksikan pergeseran makna spiritualitas dalam masyarakat kontemporer.
Teks lengkap dapat diunduh di sini











Tinggalkan Balasan