Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Istana Pepohonan

[Sumber gambar: AI]

Penulis: Imat Laelasari

Dulu, surga hijau itu sangatlah damai
Pohon-pohon menjulang tinggi
Udara yang menyegarkan
Membuat hati terasa nyaman

Belaian angin pagi membuat dedaunan
Menari pelan dalam damai
Menenangkan hati yang gundah lewat bisikan angin
Sehingga jiwa menemukan damai

Burung-burung berkicau menyambut pagi
Riang gembira alam bernyanyi
Menjadikan hutan indah lestari
Bumi pertiwi

Namun, kini hutan itu tinggal bayangan
Menangis pilu tiada henti
Rusak oleh tangan-tangan manusia yang lupa diri
Demi kesenangan yang tak berarti

Kini hutan itu beralih fungsi
Meninggalkan luka di dalam bumi
Kehancuran yang tiada henti
Membuat istana pohon itu menjadi sunyi

Wahai tangan-tangan tanpa nurani
Masih tersisakah ruang dihatimu untuk peduli
Kelak kau akan menangisi
Jejakmu yang merobek bumi

Bencana menjadi tanda
Murka alam yang terabaikan
Mampukah kita menebus
Luka yang sudah terlanjur dalam

Wahai bumi
Maafkan tangan-tangan yang melukaimu
Kembalilah hamparan hijau yang menenangkan
Agar semuanya terselamatkan

Mari kita selamatkan rimba
Agar kita bisa menikmati indahnya bumi pertiwi ini
Sehingga bencana tak menghancurkan
Impian kita dan masa depan



Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *