


[Sumber gambar: “Praying” karya Mihaela Ionescu] Penulis: Heri Isnaini Puasa dan puisi sama-sama dimulai dari kekosongan. Dalam puasa, tubuh dikosongkan dari makan dan minum. Dalam puisi, halaman dikosongkan dari kebisingan kata-kata yang tidak perlu. Keduanya bukan tindakan pasif, melainkan disiplin aktif. Ada niat, ada kesadaran, ada pilihan untuk tidak menuruti dorongan keserakahan. Puasa mengajarkan kita […]

[Sumber gambar: dok. Warner Bros. Pictures/Wuthering Heights] Penulis: Heri Isnaini Ada karya yang tidak pernah benar-benar selesai dibaca, karena ia terus hidup dalam tafsir. Wuthering Heights karya Emily Bronte adalah salah satunya. Terbit pada 1847, novel ini bukan sekadar kisah cinta tragis. Ia adalah badai tentang hasrat, kelas sosial, dendam, dan luka yang diwariskan lintas […]

[Sumber gambar: Wuthering Heights, Warner Bros] Penulis: Heri Isnaini Siang tadi, pukul 12.30, saya duduk di salah satu studio bioskop di Bandung Indah Plaza. Di sebelah, istri saya. Di layar, badai itu kembali hidup dalam versi terbaru Wuthering Heights. Saya masuk ke ruang gelap itu dengan ingatan samar tentang novel klasiknya, tetapi keluar dengan perasaan […]

[Sumber gambar: Gemini AI] Penulis: Heri Isnaini Saya selalu percaya satu hal bahwa pada mulanya, sastra adalah religius. Bukan dalam arti sempit, bukan soal ritual, bukan soal doktrin, tetapi soal getaran batin ketika manusia merasa kecil di hadapan sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Dalam puisi, getaran itu tidak berteriak. Ia berbisik. Dan pada puisi-puisi […]

[Sumber gambar: Gemini AI] Penulis: Heri Isnaini Saya selalu punya hubungan yang agak pribadi dengan hujan. Mungkin karena saya lahir dan tumbuh di tanah yang akrab dengan musim hujan atau mungkin karena sejak lama saya belajar mencintai puisi-puisi Sapardi Djoko Damono, penyair yang membuat hujan tidak lagi sekadar cuaca, melainkan kesadaran. Sebagai dosen sastra, saya […]

[Sumber gambar: https://lifestyle.kompas.com/] Penulis: Heri Isnaini Saya selalu percaya bahwa sastra tidak hanya sekadar bercerita, tetapi ia menetapkan horizon makna. Dalam konteks tradisi Inggris, nama yang tak mungkin dilewatkan adalah Geoffrey Chaucer yang secara luas dianggap sebagai Bapak Sastra Inggris yang bukan semata karena usianya yang tua dalam sejarah kesusastraan kanon, melainkan karena ia memberi […]

[Sumber gambar: Dokumentasi Tim PPM] Penulis: Heri Isnaini Kami selalu meyakini bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah cara berpikir yang terdengar, sikap yang tampak, sekaligus cermin dari kualitas diri seseorang. Ketika bahasa disampaikan dengan tertata, sejatinya yang sedang dibangun adalah ketertiban nalar dan kematangan karakter. Pada Jumat, 13 Februari 2026, kami melaksanakan kegiatan […]

Ruang Belajar PBSI: Menggali, Mengolah, Memahami [Sumber gambar: Dokumentasi Hima Diksatrasia, PBSI, IKIP Siliwangi] Penulis: Heri Isnaini Webinar “Belajar Linguistik Umum: Menggali, Mengolah, dan Memahami” menjadi salah satu ikhtiar akademik yang penting dalam merawat tradisi diskusi keilmuan di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Siliwangi. Kegiatan yang diikuti oleh 145 peserta ini […]

[Sumber gambar: https://gamerant.com/yugioh-best-classic-cards/] Penulis: Heri Isnaini Yu-Gi-Oh! berawal dari manga karya Kazuki Takahashi yang terbit pertama kali di Weekly Shōnen Jump pada 1996. Pada fase awalnya, Yu-Gi-Oh! bukanlah kisah tentang kartu semata, melainkan rangkaian permainan (shadow games) yang mempertaruhkan psikologi, moralitas, dan kegelapan batin manusia. Permainan menjadi medium penghakiman. Kemenangan dan kekalahan tidak berhenti pada […]

[Sumber gambar: https://antimateri.com/] Penulis: Heri Isnaini Fariduddin ‘Attar tidak sedang bercerita tentang burung. Ia sedang berbicara tentang kita, tentang manusia yang terlalu sering menyangka bahwa makna hidup berada di tempat yang jauh, tinggi, dan asing. Musyawarah Burung bukan kisah perjalanan menuju puncak, melainkan narasi peluruhan, tentang bagaimana segala yang kita banggakan harus runtuh sebelum sesuatu […]