
Frisca Melinda adalah seorang calon pendidik yang saat ini tengah menempuh pendidikan jurusan PGSD. Meskipun belum resmi berdiri di depan kelas, Frisca telah menemukan bahwa mimbar perjuangan seorang warga negara ada di mana-mana: di jalanan yang harus dijaga kebersihannya, di media sosial yang perlu dibersihkan dari hoax, dan dalam setiap interaksi yang menuntut toleransi.
Puisi “Benteng Pena dan Sikap Kita”, lahir dari kegelisahannya melihat pemahaman sempit tentang Bela Negara. Frisca berargumen bahwa patriotisme sesungguhnya dieja dengan disiplin, etika publik, dan kesadaran sipil. Ia memandang peran pendidik (yang ia cita-citakan) sebagai benteng pertahanan paling vital, sebab di sanalah benih kesadaran
bangsa ditanam. Melalui karyanya, Frisca mengajak generasi sebaya dan seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah sumpah setia menjadi aksi nyata: dari membayar pajak dengan jujur, memilih produk lokal, hingga menaati rambu lalu lintas.
Baginya, pena adalah alat kritik dan penyadar, dan sikap adalah wujud tertinggi dari kecintaan pada Tanah Air. Frisca aktif dalam kegiatan komunitas literasi dan lingkungan, menjalankan tugasnya sebagai warga negara secara konkret, sembari mempersiapkan diri menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.












Tinggalkan Balasan