
[Dokumentasi gambar: SMK Profita]
Penulis: Yulia Herliani
Fesjapro (Festival Jajanan Profita) Volume 2 merupakan wujud nyata implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kebekerjaan yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Desember 2025 di SMK Profita Kota Bandung. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreativitas peserta didik, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium sosial untuk melatih keterampilan kewirausahaan, kerja sama tim, serta kepekaan terhadap potensi ekonomi lokal.
Berdasarkan dokumentasi kegiatan, suasana Fesjapro Volume 2 tampak semarak dan partisipatif. Halaman sekolah disulap menjadi ruang festival yang hidup, dipenuhi stan-stan jajanan yang dikelola oleh peserta didik dengan pendampingan guru. Setiap sudut menghadirkan warna, ornamen kreatif, dan identitas produk yang menunjukkan keseriusan siswa dalam merancang konsep usaha. Antusiasme pengunjung baik siswa, guru, maupun warga sekolah menjadi indikator bahwa kegiatan ini diterima sebagai pengalaman belajar yang bermakna.
Festival ini menampilkan beragam jajanan khas Kota Bandung yang telah akrab dengan lidah masyarakat, seperti cimol, basreng, piscok, dan berbagai olahan makanan ringan lainnya. Pemilihan jajanan lokal tersebut mencerminkan kesadaran siswa terhadap potensi kuliner daerah sebagai sumber peluang usaha. Lebih dari sekadar menjual makanan, peserta didik belajar tentang perencanaan produksi, pengemasan, strategi pemasaran, pelayanan konsumen, hingga pengelolaan keuntungan secara sederhana namun aplikatif.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Profita Kota Bandung, Bapak H. Dede Hasanudin, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan bahwa Fesjapro bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran kontekstual. Beliau menekankan pentingnya membekali peserta didik dengan kompetensi kebekerjaan sejak dini, agar lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Festival ini, menurut beliau, menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai Pancasila: gotong royong, kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab.

Kepala, SMK Profita Kota Bandung, H. Dede Hasanudin, S.Pd., M.M.Pd.,
Dari perspektif pendidikan, Fesjapro Volume 2 memperlihatkan bagaimana P5 dapat diterjemahkan secara konkret dan relevan dengan kebutuhan dunia nyata. Peserta didik tidak hanya belajar konsep kewirausahaan di ruang kelas, tetapi mengalaminya secara langsung melalui praktik. Interaksi sosial, pengambilan keputusan, hingga kemampuan beradaptasi terhadap situasi lapangan menjadi pengalaman berharga yang tidak tergantikan oleh pembelajaran teoritis semata.
Dengan demikian, Fesjapro Volume 2 menjadi bukti bahwa sekolah dapat berperan sebagai ekosistem pembelajaran yang hidup dan kontekstual. Melalui festival jajanan ini, SMK Profita Kota Bandung berhasil mengintegrasikan nilai pendidikan karakter, kebekerjaan, dan kearifan lokal dalam satu kegiatan yang edukatif sekaligus inspiratif. Kegiatan ini layak menjadi model praktik baik dalam pelaksanaan P5 yang berorientasi pada masa depan peserta didik.

Rangkaian kegiatan Fesjapro Volume 2 dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Sejak pagi hari, seluruh peserta didik dan panitia telah bersiap di stan masing-masing dengan penuh antusiasme. Pembukaan acara berlangsung tertib dan khidmat, menandai dimulainya festival sebagai ruang pembelajaran terbuka yang melibatkan seluruh warga sekolah. Rentang waktu pelaksanaan yang cukup panjang memberikan kesempatan optimal bagi siswa untuk mempraktikkan langsung proses kebekerjaan secara utuh, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi sederhana.
Di sela-sela aktivitas jual beli jajanan, panitia juga menyuguhkan hiburan berupa pertunjukan tari tradisional yang dibawakan oleh siswa SMK Profita. Penampilan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya serta penguatan identitas lokal. Gerak tari yang ditampilkan mencerminkan kekayaan seni tradisi Nusantara, sekaligus menunjukkan bahwa penguatan karakter peserta didik tidak terlepas dari pengenalan dan penghargaan terhadap warisan budaya bangsa.

Selain tari tradisional, acara Fesjapro Volume 2 juga dimeriahkan dengan penampilan nyanyian dari siswa-siswi SMK Profita. Lagu-lagu yang dibawakan dengan penuh semangat menambah suasana festival menjadi semakin hidup dan akrab. Kehadiran unsur seni pertunjukan ini memperkaya pengalaman belajar peserta didik, karena mereka tidak hanya berlatih aspek kewirausahaan, tetapi juga keberanian tampil, kerja sama tim, dan kepercayaan diri. Dengan demikian, Fesjapro Volume 2 menjadi perhelatan edukatif yang memadukan dunia kerja, seni, dan budaya dalam satu kesatuan pembelajaran yang holistik.













Tinggalkan Balasan