Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Cara Menganalisis Puisi Menurut I. A. Richards dan Contohnya

[Sumber gambar: Az Quotes]

Penulis: Heri Isnaini

I. A. Richards adalah tokoh penting dalam kritik sastra modern dan salah satu pelopor Practical Criticism. Dalam bukunya Practical Criticism:A Study of Literary Judgement, ia menekankan bahwa puisi harus dianalisis secara dekat (close reading) tanpa terlebih dahulu bergantung pada biografi pengarang.

Salah satu kontribusi pentingnya dalam kajian makna adalah pembedaan empat jenis makna dalam puisi:

  1. Sense (makna literal/isi proposisional)
  2. Feeling (sikap emosional terhadap isi)
  3. Tone (sikap penyair terhadap pembaca)
  4. Intention (tujuan keseluruhan puisi)

Keempat aspek ini membantu kita membaca puisi secara lebih presisi.


Contoh Analisis

Mari kita gunakan puisi pendek berikut (puisi contoh untuk keperluan analisis):

Hujan turun pelan
di antara lampu-lampu kota
aku berdiri sendiri
menunggu yang tak kembali


1️⃣ Sense (Makna Harfiah)

Secara literal, puisi ini menggambarkan:

  • Hujan turun di kota pada malam hari.
  • Ada seorang “aku” yang berdiri sendirian.
  • Ia menunggu seseorang yang tidak kembali.

Makna denotatifnya sederhana: situasi kesepian dalam suasana hujan.


2️⃣ Feeling (Perasaan)

Nuansa emosional yang muncul:

  • Melankolis
  • Sepi
  • Kehilangan
  • Pasrah

Pilihan kata seperti pelan, sendiri, dan tak kembali memperkuat atmosfer kesunyian.

Dalam kerangka Richards, “feeling” adalah bagaimana bahasa membangun efek emosional, bukan sekadar isi cerita.


3️⃣ Tone (Nada)

Nada puisi ini cenderung:

  • Reflektif
  • Tenang
  • Tidak meledak-ledak

Penyair tidak menyalahkan siapa pun. Ia tidak protes. Ia hanya berdiri dan menunggu. Nada ini menunjukkan penerimaan yang sunyi.


4️⃣ Intention (Tujuan)

Secara keseluruhan, puisi ini tampaknya ingin:

  • Menghadirkan pengalaman universal tentang kehilangan.
  • Mengajak pembaca masuk ke ruang batin kesepian.
  • Menunjukkan bahwa menunggu bisa menjadi simbol harapan yang rapuh.

Intention bukan pesan moral eksplisit, tetapi arah makna yang hendak dibangun.


Kesimpulan Analisis

Dengan pendekatan I. A. Richards, puisi tidak hanya dipahami dari “apa yang diceritakan”, tetapi juga dari:

  • Bagaimana perasaan dibangun,
  • Bagaimana nada diarahkan,
  • Dan apa orientasi makna keseluruhannya.

Pendekatan ini sangat efektif untuk pembelajaran sastra karena:

  • Melatih pembacaan detail,
  • Menghindari tafsir spekulatif,
  • Menekankan teks sebagai pusat analisis.

Bandung, 24 Februari 2026


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *