Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Cahaya yang Tak Pernah Redup

[Sumber gambar: https://rri.co.id/]

Penulis:  Salwa Nur Fadillah

Di fajar yang teduh, sebelum mentari menyingkap cakrawala
kau berjalan di lorong ilmu, membawa lilin pengetahuan
menyulam benang-benang harapan di hati anak-anak
menyirami jiwa-jiwa muda dengan kesabaran dan cinta

Tanganmu letih oleh waktu
tapi semangatmu seperti api suci yang tak pernah padam
Suaramu kadang serak, memanggil nama mereka yang belum tahu dunia
namun kau ajarkan mereka berjalan di jalan Dharma
menggapai cahaya kebenaran dalam gelapnya keraguan

Kau temukan luka di sanubari mereka
kau obati dengan kata-kata penuh makna
kau tanam keberanian di tanah gersang
hingga benih impian mereka tumbuh menjadi pohon bijaksana

Dunia mungkin menutup mata pada jerih payahmu
tetapi kau tetap teguh, tersenyum pada setiap kemajuan kecil
karena setiap huruf yang mereka baca
setiap langkah yang mereka berani ambil
adalah persembahan jiwa yang kau hadiahkan tanpa pamrih

Wahai guru, pahlawan tanpa tanda jasa
namamu tak perlu terukir di prasasti
karena setiap jiwa yang kau sentuh
adalah mantra abadi dari kasihmu yang tak tergoyahkan

Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *