Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Bu Guru dan Sang Pemberani

[Sumber gambar: AI]

Penulis: Widhia Nurbayanti

Di suatu Kecamatan yaitu Kecamatan Cipatat, ada salah satu sekolah dasar yang jauh dari jangkauan kota ia Adalah SD Negeri Sarimukti, di SD tersebut ada cerita yang menceritakan suatu keberanian murid yang berbeda dengan murid yang lain. Di saat sang dewi mulai bersinar menyinari dinding sekolah, murid-murid berdatangan menghampiri bu guru yang sudah siap menyambut di depan kelas.

Saat berjalan menghampiri bu guru yang sedang berdiri “Bu guru, kami semua datang tepat waktu kan bu?” seru salah satu murid kepada gurunya. Lalu Bu Guru menjawab “Bagus Nak, kamu itu sudah menjalankan kewajibanmu sebagai anak bangsa”. Saat percakapan berlangsung siswa lainnya bertanya kepada Bu Guru “Bu, kenapa ibu bisa datang lebih awal dari kita semua?” seru anak tersebut.

Dan Bu Guru menjawab lagi “Ya Nak, karena ibu berani melakukan hal yang berbeda dari orang lain”. Saat itu juga anak-anak terdiam dan tertegun. Setelah itu bel pul berbunyi “TENGGGGGG” semua murid terbirit-birit untuk melakukan pembiasaan di lapangan sekolah.

Setelah selesai melakukan pembiasaan, semua murid baris di depan kelas untuk cek kuku oleh ketua kelasnya. Tidak lama kemudian Bu Guru datang ke kelas dan berkata “Siapa yang hari ini berangkat sekolah tepat waktu”.

Semua murid serentak menjawab “AKUUUUUU BU”. Mereka antusias dan menceritakan mengapa bisa datang tepat waktu ke sekolah. Salah satu murid berbicara “Bu, aku sudah melakukan yang ibu katakan, aku sudah menjadi Pembernai dalam menentukan hidupku”. Bu Guru menjawab. ”Memangnya apa yang sudah kamu lakukan sehingga menyebut kamu adalah Pemberani?”.

Lalu anak tersebut menjawab “Aku sudah bisa membiasakan melakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, melakukan hal yang yang berbeda dari orang lain, contohnya seperti orang lain bangun pukul 06.00 aku sudah membiasakan bangun di jam 05.00”. “Wahhhhh Hebat sekali nak, kamu memang betul sudah menjadi anak yang Pemberani. Ibu bangga padamu!”. Bu Guru memuji anak tersebut agar dia selalu semangat melakukan hal tersebut. Anak-anak gertegun mendengar cerita salah satu temannya.

Setelah selesai percakapan tersebut Bu Guru melanjutkan aktivitas pembelajaran hari ini di kelasnya, memulai pembelajaran dengan membaca doa dan menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan percakapan di pagi hari. Setelah sampai di penghujung pembelajaran Bu Guru menyampaikan pesan kepada muridnya “Anak-anak  ibu pernah mendengar suatu kutipan bagus, mau tahu tidak isi kutipan nya apa?”.

Anak-anak serentak menjawab dengan lantang “Mauuuuuu buuu”. Lalu Bu Guru berkata “Manusia pemberani bukanlah seseorang yang tak pernah merasa takut, tetapi seseorang yang takut pada hal-hal yang seharusnya, pada waktu yang tepat, dengan cara yang benar”. “Kalian tahu tidak artinya apa?” Tanya lagi Bu Guru kepada muridnya. Lalu Bu Guru pun menjelaskan Kembali arti dari kutipan tersebut. “Jadi anak-anak jika kita ingin menjadi seorang yang pemberani, kita harus melawan rasa takut dan tahu hal-hal apa saja yang perlu kalian lakukan dan hal yang tidak perlu dilakukan.”.

Semua murid pun menjawab kepada Bu Guru “Baik bu, kamu akan mencoba melawan rasa takut kami mulai hari ini, dan selalu berfikir saat akan melakukan sesuatu”. Bu Guru menjawab Kembali pernyataan dari muridnya “Baik nak, kalian memang sudah menjadi anak ‘Pemberani’ dengan memilih hal tersebut. Semoga semua keberanian yang kalian tanamkan dalam diri selalu bermanfaat dan bisa dilakukan terus menerus hingga dewasa nanti”.

Semua murid mengangguk mendengar nasihat yang Bu Guru ucapkan di akhir pembelajaran di kelas. Saat semua kegiatan pembelajaran telah selesai Bu Guru menutup pembelajaran dengan berdoa Bersama muridnya, kemudian semua murid pun pulang dan berpamitan lalu mencium tangan Bu Guru dan mengucapkan “terima kasih”.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *