
[Sumber gambar: Dokumentasi penulis]
Penulis: Febri Herdian
Mohammad Iksan (lahir di Blora, 30 Agustus 1981) adalah seorang musisi, aktivis, dan penulis yang menjadi figur sentral dalam kancah musik independen Indonesia. Dikenal dengan julukan “Seniman Kurang Terkenal” (Skuter), ia memilih jalan sunyi di luar industri arus utama untuk tetap menyuarakan kejujuran.Perjalanan Iksan dimulai dari Putih Band di Malang yang sempat menembus label besar di Jakarta. Namun, pada tahun 2012, ia melakukan langkah berani dengan meninggalkan kenyamanan label demi kebebasan berpendapat. Sejak itu, Malang menjadi basis kreatifnya untuk melahirkan karya-karya yang jujur dan tanpa filter.Lirik lagu Iksan Skuter sering kali dianggap sebagai “cermin masyarakat”. Ia tidak hanya menulis tentang cinta yang melankolis, tetapi juga:
- Kritik Sosial-Politik: Menyentil ketidakadilan dan kemunafikan penguasa.
- Kehidupan Rakyat Kecil: Merekam kegelisahan buruh, petani, hingga perantau.
- Hubungan Manusia: Menghargai sosok Ayah (“Bapak”) dan persahabatan (“Rindu Sahabat”).
Contoh Karya: “Bingung”
Lagu ini sering dianggap sebagai lagu kebangsaan bagi mereka yang merasa tersesat dalam tekanan sosial dan sistem pendidikan/kerja yang kaku.
Lirik Lagu: Bingung
Kiri dikira komunis
Kanan dicap kapitalis
Keras dikatai fasis
Tengah dinilai tak ideologis
Muka klimis katanya necis
Jenggotan dikatai teroris
Bersurban dibilang kearab-araban
Bercelana lepis dibully kebarat-baratan
Diam dianggap fasis
Lantang katanya supersif
Bertani dianggap kuno
Jadi pegawai distempel mental ndog
Memilih jadi kere salah
Ingin kaya sangatlah susah
Belum berhasil dihina
Sukses jadi omongan tetangga
Makin hari makin susah saja
Menjadi manusia yang manusia sepertinya menjadi manusia
Adalah masalah buat manusia
Menjadi bintang ketinggian
Menjadi tanah kerendahan
Jadi matahari tak sanggup
Menjadi bulan terlalu redup
Gedung gedung ditinggikan
Akal sehat dihancurkan
Sekolah dimahalkan
Ilmu dibuang ke selokan
Tv-tv mengejar rating
Koran mengais berita tak penting kebenaran diiklankan
Dusta dusta dilambungkan
Guru setra sudah digelar
Dalangnya akan berkoar
Lakon sudah disiapkan
Korban korban pasti dibungkam
Makin hari makin susah saja
Menjadi manusia yang manusia sepertinya menjadi manusi
Adalah masalah buat manusia
Maling sandal dibakar
Koruptor berkelakar
Makin hari makin susah saja
Menjadi manusia yang manusia sepertinya menjadi manusia
Adalah masalah buat manusia
Makin hari makin susah saja
Menjadi manusia yang manusia sepertinya menjadi manusia
Adalah masalah buat manusia
Makna lagu tersebut: kritik sosial tentang masyarakat yang terlalu sering menghakimi, mencampuri, dan sibuk mengurusi kehidupan orang lain tanpa memahami sepenuhnya.kritik sosial tentang masyarakat yang terlalu sering menghakimi, mencampuri, dan sibuk mengurusi kehidupan orang lain tanpa memahami sepenuhnya.
Ada juga lirik lagu salah satu ciptaan iksan yaitu yang berjudul CARI PEMIMPIN yang di ciptakan nya pada tahun 2012 dalam setiap lirik lagu nya mengandung arti yang sangat sangat benar Dimna para calon calon berlomba lomba saling suap menyuap agar bisa duduk di kursi kepemimpinan.
Lirik lagunya:
Di pinggir jalan
Mulai bertebaran (mulai bertebaran)
Poster-poster besar (u, u)
Yang gambarnya sok pahlawan (merasa pahlawan)
Mengobral janji (obral janji)
Melindungi (melindungi)
Dan semoga itu terbukti
Aku cari pemimpin yang naiknya bis kota Kami cari pemimpin yang hidup sederhana
Bukan cari pemimpin yang lupakan janjinya
Apakah ada pemimpin yang seperti kami idam-idamkan?
Wo-ho, ya, ya, ya, ya (ih, ha)
Yang telah lalu, yeah
Janji terbukti palsu (janji terbukti palsu)
Hm, hm, kami telah bosan (uh)
Dengan janji-janji kalian, ho-oh
Jika berbohong (bohong) Kami akan (kami akan)
Memaksa Tuan untuk turun jabatan, yeah
Aku cari pemimpin yang naiknya bis kota
Kami cari pemimpin yang hidup sederhana
Bukan cari pemimpin yang lupakan janjinya (lupa akan janjinya)
Apakah ada pemimpin yang seperti kami idam-idamkan?
Aku cari pemimpin yang naiknya bis kota
Kami cari pemimpin yang hidup sederhana
Aku cari pemimpin yang naiknya bis kota
Kami cari pemimpin yang hidup sederhana
Aku cari pemimpin yang naiknya bis kota (oh, yeah, ya, ya)
Kami cari pemimpin yang hidup sederhana (oh, yeah, ya, ya)
Bukan cari pemimpin yang lupakan janjinya
Apakah ada pemimpin yang seperti kami idam-idamkan?
Makna lagu “Cari Pemimpin” (sering dikaitkan dengan lagu Bingung atau kritik sosial lainnya) dari Iksan Skuter adalah kritik tajam terhadap kondisi sosial, pendidikan, dan kepemimpinan di Indonesia, menyoroti masalah seperti pendidikan yang semakin mahal, ilmu pengetahuan yang dianggap remeh, dan kepemimpinan yang tidak efektif, mendorong pendengar untuk introspeksi dan mencari sosok pemimpin sejati yang bisa membawa perubahan positif, bukan hanya sekadar jabatan.
Poin utama dari lirik tersebut yaitu
- Kritik Pendidikan: Menggambarkan sistem pendidikan yang mahal dan tidak merata, serta ilmu yang seakan dibuang sia-sia, menunjukkan hilangnya nilai keilmuan di masyarakat.
- Kritik Sosial: Menyoroti masyarakat yang mudah menghakimi (terlalu sibuk menjadi “Tuhan” untuk orang lain) dan terlalu fokus pada hal instan daripada pendidikan mendalam.
- Pencarian Pemimpin Sejati: Liriknya mengajak untuk mencari pemimpin yang benar-benar berkualitas, bukan hanya janji kosong atau pemimpin yang korup, sebagai pengingat bagi generasi muda untuk peduli terhadap kondisi bangsa.
- Ironi dan Keputusasaan: Lagu ini seringkali menyampaikan rasa frustrasi dan kebingungan terhadap pemimpin yang ada, yang dianggap tidak becus dan hanya memikirkan kepentingan pribadi atau golongan.
Iksan tidak hanya bernyanyi; ia bergerak. Melalui Raya Daendels Tour 2025, ia membuktikan bahwa musik bisa menjadi alat kampanye lingkungan. Mengendarai Vespa “Sarinah” sejauh 1000 km, ia mempromosikan konversi limbah plastik menjadi energi, sebuah langkah nyata dari lirik-lirik ekologis yang sering ia dendangkan.
Kategori Judul Populer
- Lagu Ikonik Bingung, Pulang, Bapak, Shankara, Lagu Petani.
- Album Gulali, Kecil Itu Indah, Sonic/Panic.
- Buku Bingung (Antologi Lirik & Esai).
Kata kata Iksan yang sangat di sukai banyak orang yaitu:”Saya tidak ingin menjadi terkenal, saya hanya ingin menjadi manusia yang berguna melalui suara-suara yang selama ini mungkin hanya terpendam di hati banyak orang.” — Iksan Skuter
Ini adalah bukti bahwa dia bukan sekedar hanya ingin terkenal tapi dia ingin menjadi manusia yang berguna bagi orang orang yang tidak bisa menyuarakan suara kecil rakyat.












Tinggalkan Balasan