
[Sumber gambar: https://www.batumenyan.desa.id]
Penulis: Roaisah
Di sebuah kampung yang bernama Desa Juang, ada sekelompok warga yang sangat peduli terhadap lingkungan mereka. Setiap satu pekan sekali, pak andi selalu mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Dia sering berkata bahwa melindungi alam merupakan cara untuk mewariskan sesuatu yang berharga bagi generasi berikutnya, serta merupakan bentuk nyata dari kecintaan terhadap tanah air. Keindahan alam desa dan udara yang bersih membuat seluruh warga merasa aman nyaman dan bangga untuk menetap di tempat tersebut.
Namun, belakangan ini, suasana damai di desa juang mulai tertanggu. Sampah plastik dan limbah rumah tangga mulai menumpuk di sungai. Bau tidak sedap menyebar dan air sungai menjadi berubah menjadi keruh dan kotor. Banyak warga yang mulai mengeluh, anak-anak pun tak bisa lagi bermain dan mandi di sungai seperti dulu.
Melihat kondisi seperti itu, aisah, seorang pelajar SMA, merasa sedih. Dia pun mengajak teman-temannya untuk mengadakan kerja bakti membersihkan sungai dan sekitarnya. “Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan, siapa lagi? Ayo kita bersihkan” katanya penuh dengan semangat.
Warga desa pun bergotong royong dengan kompak. Ada beberapa mereka yang membersihkan sampah, ada yang menanam pohon di tepi sungai, dan ada yang mengdukasi warga lain tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Usaha mereka membuahkan hasil positif, sungai menjadi lebih bersih dan suasana di desa Kembali penuh kehidupan.
Ucap Pak Budi “Bela negara bukan hanya soal berperang, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga dan merawat tanah air dengan sepenuh hati”. Lingkungan yang bersih, aman dan sehat adalah pondasi yang kuat bagi bangsa yang maju. Sari dan teman-temannya mengangguk senang, menyadari bahwa Tindakan kecil mereka memiliki makna besar. Mereka berusaha untuk terus menjaga lingkungan dan mengajak lebih banyak orang agar cinta tanah air diwujudkan dalam aksi nyata.













Tinggalkan Balasan