Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Belajar Linguistik Umum Bersama Dr. R. Mekar Ismayani, M.Pd.

Ruang Belajar PBSI: Menggali, Mengolah, Memahami

[Sumber gambar: Dokumentasi Hima Diksatrasia, PBSI, IKIP Siliwangi]

Penulis: Heri Isnaini

Webinar “Belajar Linguistik Umum: Menggali, Mengolah, dan Memahami” menjadi salah satu ikhtiar akademik yang penting dalam merawat tradisi diskusi keilmuan di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Siliwangi. Kegiatan yang diikuti oleh 145 peserta ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA Diksatrasia) bekerja sama dengan Prodi PBSI, IKIP Siliwangi, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan ruang belajar yang hidup, dialogis, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Ketua Penyelenggara, Nelsa Siti Nur Lestifiani, yang bersama tim HIMA Diksatrasia merancang acara tidak sekadar sebagai agenda formal, tetapi sebagai ruang intelektual yang ramah dan bermakna bagi mahasiswa. Kepemimpinan panitia tercermin dari alur acara yang tertata, partisipasi peserta yang aktif, serta suasana diskusi yang terjaga hingga akhir kegiatan.

Sebagai pemateri utama, Dr. R. Mekar Ismayani, M.Pd. hadir dengan pendekatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga reflektif. Melalui pemaparannya, beliau mengajak peserta memandang linguistik umum sebagai cara berpikir ilmiah untuk memahami bahasa sebagai fenomena manusiawi. Secara implisit, pemateri menegaskan bahwa linguistik akan bermakna ketika mampu membantu mahasiswa membaca praktik berbahasa sehari-hari secara kritis, kontekstual, dan empatik.

Dalam pemaparannya, Dr. R. Mekar Ismayani menekankan, secara reflektif, bahwa linguistik tidak semestinya berhenti pada definisi dan klasifikasi. Linguistik justru menemukan relevansinya ketika digunakan untuk memahami dinamika bahasa di ruang kelas, di masyarakat, dan dalam lanskap media digital. Pandangan ini memberi penguatan bahwa mahasiswa PBSI perlu memosisikan linguistik sebagai fondasi pedagogis, bukan sebagai beban akademik.

Diskusi berlangsung dengan dinamis dan terarah, dipandu oleh Moderator, Siti Khumaeso, yang berhasil menjaga alur dialog tetap fokus sekaligus inklusif. Peran moderator terasa penting dalam menjembatani gagasan pemateri dengan kegelisahan akademik peserta, sehingga sesi tanya jawab berkembang menjadi ruang pertukaran pemikiran yang produktif dan reflektif.

Dari sisi penyelenggaraan, kegiatan ini menandai langkah strategis HIMA Diksatrasia dan PBSI dalam membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan. Webinar ini dirancang sebagai agenda bulanan, yang akan diselenggarakan secara rutin dengan tema-tema beragam, mencakup linguistik, sastra, pembelajaran bahasa, hingga isu-isu kebahasaan kontemporer. Dengan pola ini, ruang diskusi akademik tidak berhenti pada satu peristiwa, tetapi tumbuh sebagai proses pembelajaran kolektif yang berkesinambungan.

Kehadiran 145 peserta menjadi indikator bahwa mahasiswa membutuhkan ruang-ruang belajar alternatif yang tidak kaku, namun tetap bermutu secara ilmiah. Kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan program studi dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa iklim akademik yang sehat dapat tumbuh melalui inisiatif bersama.

Pada akhirnya, “Belajar Linguistik Umum: Menggali, Mengolah, dan Memahami” bukan hanya meninggalkan catatan kegiatan, tetapi juga kesadaran kolektif bahwa belajar bahasa adalah proses reflektif yang terus berlangsung. Melalui pemikiran Dr. R. Mekar Ismayani, M.Pd., kepemimpinan Nelsa Siti Nur Lestifiani, serta peran moderator Siti Khumaeso, kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi tradisi diskusi ilmiah bulanan yang diharapkan mampu memperkaya wawasan, mengasah nalar kritis, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia.

Bandung, 10 Februari 2026


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *