Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Bela Negara dan Jiwa Nasionalisme di Era Kekinian

[Sumber gambar: gramedia.com]

Penulis: Yulia Herliani


Berbicara tentang Indonesia berarti berbicara tentang sebuah rumah besar yang dihuni ratusan juta orang dengan latar belakang budaya, bahasa, dan agama yang beragam. Rumah besar ini hanya bisa berdiri kokoh bila penghuninya sama-sama menjaganya. Di sinilah konsep bela negara hadir, bukan sekadar slogan atau jargon politik, melainkan panggilan moral bagi setiap warga untuk berkontribusi sesuai peran dan kapasitas masing-masing. Bela negara pun tak bisa dipisahkan dari semangat nasionalisme, yakni rasa cinta, bangga, dan setia pada bangsa sendiri.

Banyak orang masih mengira bahwa bela negara identik dengan angkat senjata. Padahal, definisi resminya jauh lebih luas. Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa, keyakinan pada Pancasila, serta kesediaan berkorban demi bangsa. Artinya, siapa pun bisa membela negara, tidak terbatas pada tentara atau aparat keamanan. Guru yang mendidik siswanya dengan sungguh-sungguh, petani yang menjaga ketahanan pangan, dokter yang melayani pasien dengan tulus, hingga generasi muda yang berkreasi positif di dunia digitalโ€”semua itu adalah wujud bela negara.

Unsur dasar bela negara sendiri meliputi lima hal: cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan awal membela negara. Jika ditelaah lebih dalam, kelima unsur ini bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan sikap hidup sehari-hari yang bisa dipraktikkan dalam lingkungan terkecil: keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga masyarakat luas.

Mengapa bela negara begitu penting? Jawabannya sederhana: karena hal ini diatur langsung dalam konstitusi. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 dengan tegas menyebut bahwa setiap warga negara berhak sekaligus wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 30 ayat (1) dan (2) menambahkan bahwa pertahanan dan keamanan adalah urusan bersama, bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan seluruh rakyat Indonesia. Ketentuan ini dipertegas lagi melalui UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Jadi, bela negara bukanlah pilihan, melainkan amanat konstitusi sekaligus wujud nyata dari rasa memiliki terhadap negeri ini.

Dalam praktiknya, bela negara bisa hadir dalam dua bentuk. Pertama, secara fisik, misalnya kesiapan menghadapi serangan atau agresi militer. Ini adalah bentuk klasik bela negara yang identik dengan pertahanan bersenjata. Kedua, secara nonfisik, yakni segala upaya untuk memperkuat bangsa dari dalam. Menjaga kerukunan, melestarikan budaya, berkontribusi dalam pembangunan, hingga menanamkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan contoh nyata bela negara nonfisik.

Di era globalisasi, bentuk nonfisik ini semakin penting. Ancaman tidak selalu datang dari peluru dan bom, tetapi juga dari arus budaya asing yang dapat melunturkan identitas bangsa, berita bohong yang memecah belah persatuan, hingga gaya hidup konsumtif yang melemahkan ekonomi nasional. Karena itu, bela negara kini bisa diwujudkan dengan menjaga ruang digital dari ujaran kebencian, menggunakan produk lokal, atau mempromosikan budaya Indonesia di kancah dunia.

Indonesia memiliki sistem pertahanan unik yang disebut Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Dalam sistem ini, seluruh rakyat dipandang sebagai bagian dari pertahanan negara. TNI dan Polri memang menjadi komponen utama, tetapi rakyat adalah komponen pendukung yang tidak kalah penting. Konsep ini lahir dari realitas geografis dan sosial Indonesia sebagai negara kepulauan yang rawan ancaman, baik militer maupun nonmiliter.

Tiga ciri Sishankamrata adalah kerakyatan, kesemestaan, dan kewilayahan. Pertahanan dilakukan oleh rakyat dan untuk rakyat, dengan melibatkan seluruh sumber daya nasional, serta disebar merata di seluruh wilayah NKRI. Inilah alasan mengapa bela negara bukan sekadar tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh warga.

Jika bela negara adalah tubuh, maka nasionalisme adalah jiwa yang menggerakkannya. Nasionalisme adalah rasa cinta dan kebanggaan terhadap bangsa, yang diwujudkan dalam sikap menghargai perbedaan, menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, serta menjaga persatuan. Nasionalisme yang sehat tidak menutup diri dari bangsa lain, melainkan menempatkan semua bangsa setara, sambil tetap bangga dengan identitas sendiri.

Sebaliknya, nasionalisme sempit bisa berubah menjadi chauvinisme atau primordialisme, yang justru memecah belah dan melahirkan konflik. Karena itu, nasionalisme di Indonesia harus diarahkan pada semangat kebersamaan dan toleransi, sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dari nasionalisme inilah lahir sikap patriotisme: rela berkorban, berjiwa pembaharu, tidak mudah menyerah, serta mengutamakan persatuan bangsa. Patriotisme bisa diwujudkan dalam hal-hal sederhana: ikut upacara bendera dengan khidmat, memelihara kerukunan antarwarga, atau sekadar menolong sesama dalam kesulitan.

Contoh Bela Negara: Guru SD di Garda Terdepan Pendidikan
Salah satu contoh nyata bela negara nonfisik ada pada sosok guru sekolah dasar (SD). Guru SD adalah pendidik pertama yang membentuk karakter anak-anak bangsa. Ketika seorang guru dengan sabar mengajarkan membaca, menanamkan disiplin, memperkenalkan Pancasila, dan mengajarkan toleransi kepada murid-muridnya, ia sebenarnya sedang menjalankan bela negara.

Bela negara seorang guru SD tidak ditunjukkan dengan senjata, melainkan dengan pena, papan tulis, dan keteladanan. Ia menjaga masa depan bangsa dengan membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan cinta tanah air. Bahkan, dalam kondisi terbatas di daerah terpencil, seorang guru yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengajar tetap menunjukkan semangat rela berkorban demi bangsa.

Dengan kata lain, guru SD adalah prajurit tanpa seragam militer. Medannya adalah ruang kelas, senjatanya adalah ilmu, dan misinya adalah mencetak warga negara yang siap menjaga Indonesia di masa depan.

Bagaimana cara menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di era modern? Salah satunya lewat pendidikan kewarganegaraan yang tidak hanya formal, tetapi juga aplikatif. Generasi muda perlu dikenalkan pada sejarah perjuangan bangsa, diajak menggunakan bahasa Indonesia yang baik, tetapi tetap menghargai bahasa daerah. Selain itu, kebiasaan menggunakan produk dalam negeri dan bangga pada karya bangsa juga merupakan wujud konkret nasionalisme.

Faktor pendukung seperti pemerataan kesejahteraan, keadilan hukum, serta kepercayaan pada pemerintah juga sangat berpengaruh. Jika rakyat merasa diperlakukan adil dan sejahtera, semangat nasionalisme akan tumbuh dengan sendirinya.

Bela negara dan nasionalisme bukan sekadar konsep dalam buku pelajaran, tetapi napas kehidupan berbangsa. Ia hadir dalam tindakan sederhana sehari-hari, sekaligus dalam keputusan besar yang menentukan arah bangsa. Di era globalisasi dengan segala tantangannya, bela negara berarti menjaga jati diri Indonesia, menumbuhkan solidaritas, dan berperan aktif membangun negeri sesuai kemampuan kita masing-masing.

Indonesia akan tetap tegak berdiri selama warganya tidak hanya bangga menyebut dirinya โ€œorang Indonesiaโ€, tetapi juga membuktikan cintanya lewat tindakan nyata. Guru yang sabar mendidik murid SD, petani yang menanam padi, tenaga medis yang melayani pasien, hingga anak muda yang kreatif di dunia digitalโ€”semuanya adalah pejuang bela negara. Dengan semangat nasionalisme yang sehat dan kesadaran bela negara yang kuat, cita-cita Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur akan tetap hidup dari generasi ke generasi.


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

96 tanggapan untuk “Bela Negara dan Jiwa Nasionalisme di Era Kekinian”

  1. Avatar Heri Isnaini
    Heri Isnaini

    Memberikan pengetahuan yang baik

    1. Avatar Rizka Triyaningsyih
      Rizka Triyaningsyih

      Artikel ini sangat menginspirasi sekali sebagaimana kita sebagai warga negara harus membela negara kita sendiri agar negara kita bisa lebih baik dari sebelumnya

    2. Avatar Ai Mamay
      Ai Mamay

      Artikel “Bela Negara dan Jiwa Nasionalisme di Era Kekinian” yang sangat relevan dan penting untuk dibahas, terutama karena mengangkat isu nasionalisme dan bela negara di tengah tantangan zaman seperti era digital dan globalisasi sekarang ini.

      Konstruktif :
      Artikel berhasil menempatkan konsep bela negara dan nasionalisme dalam konteks kekinian dengan bijak, menyoroti bagaimana modernisasi, sosial media, dan perubahan sosial budaya mempengaruhi jiwa nasionalisme generasi muda. Ini penting agar nilai-nilai bela negara tidak tergerus perkembangan zaman.

      Akan lebih lengkap jika artikel juga memberikan contoh konkret atau strategi praktis bagaimana bela negara bisa dihidupkan kembali secara efektif di era digital, misalnya melalui pendidikan karakter berbasis teknologi digital, media sosial yang positif, dan gerakan sosial yang melibatkan pemuda.

    3. Avatar Hani Nur Syaidah
      Hani Nur Syaidah

      Dari artikel ini sangat bermanfaat karena mampu menghubungkan nilai konstitusi, sejarah perjuangan, dan realitas masa kini dengan bahasa yang membumi. Penekanannya pada peran warga biasa khususnya guru SD membuat pesan bela negara terasa relevan dan menginspirasi.
      Tugas kita sebagai pendidik adalah untuk membangun masa depan bangsa yang cerah. Bela negara ini merupakan gambaran nyata tentang bagaimana bangsa Indonesia ini bisa dibangun.

    4. Avatar Salman Hakiki,23060432,B2pgsd

      Artikel ini sangat relevan dan inspiratif karena membahas pentingnya semangat bela negara yang diiringi dengan jiwa nasionalisme di tengah tantangan zaman modern. Penulis dengan baik menekankan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab militer, tetapi juga tanggung jawab setiap warga negara dalam bentuk kesadaran dan tindakan nyata. Pembahasan yang mengaitkan nasionalisme dengan kondisi kekinian memberikan perspektif segar yang memotivasi generasi muda untuk kembali mencintai dan menjaga keutuhan bangsa secara sadar dan aktif.

      Selain itu, artikel ini juga berhasil mengangkat nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi penting dalam menghadapi arus globalisasi dan modernisasi yang sangat cepat, sehingga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak melupakan sejarah dan jati diri bangsa. Pendekatan yang menggabungkan unsur bela negara dan nasionalisme membuat topik menjadi lebih komprehensif dan aplikatif bagi pembaca masa kini.

      Secara keseluruhan, artikel ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya mempertahankan dan memajukan bangsa melalui semangat nasionalisme yang nyata dan konkret di era modern ini.

      Komentar ini didasarkan pada pemahaman umum terhadap tema bela negara dan nasionalisme yang tengah dibahas dalam konteks saat ini.

      1. Avatar Melsa Aisah
        Melsa Aisah

        Artikel ini sangat relevan bagi yang membaca,di era globalisasi dan di era modern ,pemahaman tentang bela negara dan nasionalisme sangat penting untuk zaman sekarang.
        Adapun tugas kita sebagai pendidik atau calon pendidik adalah untuk membangun masa depan yang baik dan cerah,bukti nyata dari bela negara tersebut tidak hanya saat kita mengangkat senjata atau pun saat kita melakukan kegiatan fisik.Dengan demikian, nasionalisme modern berarti kita harus bangga menjadi Indonesia sekaligus mampu bersaingan dengan kolaborasi secara globalisasi.

    5. Avatar Cyka Artania
      Cyka Artania

      Artikel ini sangat baik dalam menyajikan konsep bela negara dan nasionalisme sebagai tanggung jawab semua warga, bukan hanya aparat militer. Penjelasan tentang bela negara yang melibatkan peran guru, petani, dan generasi muda sangat relevan dan menggugah kesadaran. Pembahasan tentang bela negara fisik dan nonfisik di era globalisasi juga sangat kontekstual dan penting. Artikel ini berhasil menghubungkan nilai-nilai Pancasila, konstitusi, dan semangat kebangsaan secara jelas dan aplikatif. Saya menyarankan untuk menambahkan contoh konkret praktik bela negara di kehidupan sehari-hari agar pembaca lebih mudah mengaplikasikannya.

  2. Avatar Arjuna
    Arjuna

    Bagus

    1. Avatar Gianita Siti Awaliyah
      Gianita Siti Awaliyah

      Sangat Inspiratif, mengingatkan kita bahwa membela negara bukan perihal mengangkat senjata, tetapi bisa diwujudkan lewat tindakan sederhana namun berarti dalam kehidupan sehari-hari dan sesuai dengan profesi masing-masing.

      1. Avatar Djul Yarti Sabrina
        Djul Yarti Sabrina

        artikel ini memberikan perspektif yang sangat relevan dan mendalam mengenai konsep bela negara di era kontemporer. Penulis berhasil menggeser pemahaman konvensional tentang bela negara yang sering dikaitkan dengan militer, menjadi sebuah tindakan praktis dan moral yang dapat dilakukan oleh setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari.

        Saya setuju dengan pandangan bahwa ancaman terhadap kedaulatan bangsa di era modern tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga non-fisik seperti penyebaran disinformasi dan pergeseran nilai budaya. Oleh karena itu, bela negara sebagai perwujudan nasionalisme harus terus beradaptasi dan termanifestasi dalam kesadaran serta tindakan nyata, mulai dari melawan hoaks hingga mencintai produk dalam negeri.

        Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwa bela negara adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas sekelompok orang. Ini merupakan fondasi yang kuat untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga keutuhan, identitas, dan kemajuan bangsa Indonesia.

    2. Avatar Ghinaroza
      Ghinaroza

      Artikel ini menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara dalam berbagai bidang kehidupan. Nasionalisme di era kekinian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga ketahanan pangan, melestarikan budaya, melawan hoaks di ruang digital, menggunakan produk lokal, serta menanamkan pendidikan karakter pada generasi muda. Penting pula menjaga nasionalisme agar tetap sehat, tidak berubah menjadi intoleransi atau chauvinisme, sehingga keberagaman Indonesia tetap terpelihara. Dengan demikian, bela negara pada masa kini berarti menjaga persatuan, berkontribusi sesuai peran masing-masing, dan adaptif terhadap tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa

    3. Avatar Ghinaroza
      Ghinaroza

      Artikel ini menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara dalam berbagai bidang kehidupan. Nasionalisme di era kekinian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga ketahanan pangan, melestarikan budaya, melawan hoaks di ruang digital, menggunakan produk lokal, serta menanamkan pendidikan karakter pada generasi muda. Penting jugaa menjaga nasionalisme agar tetap sehat, tidak berubah menjadi intoleransi atau chauvinisme, sehingga keberagaman Indonesia tetap terpelihara. Dengan demikian, bela negara pada masa kini berarti menjaga persatuan, berkontribusi sesuai peran masing-masing, dan adaptif terhadap tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa

    4. Avatar Ghinaroza
      Ghinaroza

      Artikel ini membuka wawasan bahwa bela negara tidak hanya identik dengan angkat senjata, tetapi bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai peran masing-masing. Penting bagi generasi muda untuk menjaga nasionalisme di era digital, melawan arus negatif globalisasi, serta tetap merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

  3. Avatar Zulfikar Eka Saputra
    Zulfikar Eka Saputra

    Komentar Positif:

    1.ย Relevansi Topik: Artikel ini mengangkat topik yang sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Di era globalisasi dan berbagai tantangan modern, pemahaman tentang bela negara dan nasionalisme sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
    2.ย Definisi yang Komprehensif: Artikel ini berhasil menjelaskan definisi bela negara yang lebih luas dari sekadar angkat senjata. Penulis mampu menggambarkan bahwa bela negara dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari guru yang mendidik siswa hingga petani yang menjaga ketahanan pangan. Ini memberikan pemahaman yang lebih inklusif kepada pembaca.
    3.ย Landasan Konstitusional yang Kuat: Penulis dengan baik mengaitkan konsep bela negara dengan landasan konstitusional yang jelas, seperti Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 dan UU No. 3 Tahun 2002. Hal ini memberikan legitimasi dan urgensi pada konsep bela negara.
    4.ย Penjelasan Sishankamrata: Artikel ini memberikan penjelasan yang baik tentang Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), yang merupakan sistem pertahanan unik di Indonesia. Penulis berhasil menjelaskan ciri-ciri kerakyatan, kesemestaan, dan kewilayahan dalam sistem ini.
    5.ย Pentingnya Nasionalisme yang Sehat: Artikel ini menekankan pentingnya nasionalisme yang sehat, yang tidak menutup diri dari bangsa lain, melainkan menempatkan semua bangsa setara. Penulis juga mengingatkan tentang bahaya nasionalisme sempit yang dapat memecah belah.
    6.ย Contoh Konkret: Pemberian contoh konkret tentang bela negara dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang dilakukan oleh guru SD, membuat konsep ini lebih mudah dipahami dan diaplikasikan oleh pembaca.
    7.ย Gaya Bahasa yang Mudah Dipahami: Artikel ini ditulis dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami, sehingga dapat menjangkau pembaca dari berbagai kalangan.

    Saran Konstruktif:

    1.ย Pengembangan Lebih Lanjut tentang Tantangan Bela Negara: Artikel ini dapat diperkaya dengan pembahasan lebih mendalam tentang tantangan-tantangan spesifik dalam mewujudkan bela negara di era digital. Misalnya, bagaimana mengatasi disinformasi, propaganda, dan radikalisme online yang dapat mengancam persatuan bangsa.
    2.ย Studi Kasus atau Contoh Inspiratif: Menambahkan studi kasus atau contoh inspiratif tentang individu atau komunitas yang berhasil mewujudkan bela negara dalam konteks modern dapat memberikan dampak yang lebih kuat kepada pembaca. Misalnya, bagaimana anak muda Indonesia menggunakan teknologi untuk mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional.
    3.ย Implikasi Kebijakan: Artikel ini dapat diperkuat dengan membahas implikasi kebijakan yang dapat mendukung pelaksanaan bela negara secara efektif. Misalnya, bagaimana pemerintah dapat meningkatkan pendidikan kewarganegaraan, memberikan insentif bagi produk lokal, atau mendukung inisiatif-inisiatif masyarakat yang berorientasi pada bela negara.
    4.ย Perspektif Kritis: Meskipun artikel ini sangat positif, menambahkan sedikit perspektif kritis tentang potensi penyalahgunaan konsep bela negara (misalnya, untuk kepentingan politik tertentu) dapat meningkatkan kedalaman analisis dan mendorong pembaca untuk berpikir lebih kritis.
    5.ย Referensi Akademik: Untuk meningkatkan kredibilitas artikel, akan lebih baik jika penulis menyertakan beberapa referensi akademik yang relevan dengan topik bela negara dan nasionalisme.

  4. Avatar Vivit Afriyani
    Vivit Afriyani

    Artikel ini sangat mencerahkan karena berhasil mengupas konsep bela negara secara komprehensif dan relevan dengan tantangan zaman sekarang. Penjelasannya yang lugas, terutama dalam membedakan bela negara fisik dan nonfisik, berhasil mematahkan anggapan usang bahwa bela negara hanya identik dengan angkat senjata. Penggunaan contoh nyata profesi guru SD sebagai garda terdepan pendidikan membuat konsep yang seringkali abstrak ini menjadi sangat membumi, inspiratif, dan mudah dipahami oleh siapa saja.

  5. Avatar Aldi Suria Laksana
    Aldi Suria Laksana

    Tugas kita sebagai pendidik adalah untuk membangun masa depan bangsa yang cerah, Bela Negara ini merupakan gambaran nyata tentang bagaimana Bangsa Indoneisa ini bisa dibangun, dalam pemaparan artikel tersebut dapat kita cermati bahwasanya Bukti nyata dari bela negara tersebut tidak hanya saat kita mengangkat senjata ataupun melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan fisik kita, tetapi kekuatan non-fisik sendiri bisa kita tonjolkan dengan cara, membangun karakter bangsa positif, membentuk manusia pancasila dan mengamalkan toleransi di masyarakat, hal yang membuat proses pelaksanaan bela negara sangat nyata dan bermanfaat dalam proses tersebut.

    1. Avatar Riska Analda
      Riska Analda

      Artikel ini menyajikan pandangan modern tentang bela negara dan nasionalisme, menekankan bahwa bela negara bukan hanya angkat senjata, melainkan panggilan moral untuk berkontribusi sesuai peran masing-masing. Penekanan pada bela negara non-fisik, seperti melawan hoaks dan melestarikan budaya, sangat relevan di era digital. Dengan menguraikan lima elemen dasar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, artikel ini membuat konsep bela negara lebih mudah dipahami dan diterapkan.

  6. Avatar Cindy intan pratiwi
    Cindy intan pratiwi

    artikel ini sukses menyajikan esensi Bela Negara dan Nasionalisme sebagai sikap hidup sehari-hari yang wajib dimiliki setiap warga negara untuk menjaga “rumah besar” bernama Indonesia.

  7. Avatar Riska Hayati Anggiyani
    Riska Hayati Anggiyani

    Artikel ini mengangkat narasi kuat tentang transformasi bela negara dan nasionalisme di era modern. Sishankamrata tidak lagi hanya dipahami sebagai konsep militer, melainkan sebagai filosofi yang melibatkan seluruh warga dari petani hingga kreator digital dalam menjaga kedaulatan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai jiwa, artikel ini menegaskan bahwa bela negara adalah bentuk nyata persatuan dan toleransi. Sebuah bacaan inspiratif yang menyoroti pentingnya peran individu dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan bangsa.

  8. Avatar Frisca Melinda
    Frisca Melinda

    Di era kekinian, bela negara dan jiwa nasionalisme tidak lagi terbatas pada angkat senjata, melainkan diwujudkan melalui kontribusi nyata sesuai konteks zaman, seperti menjaga persatuan dalam keberagaman, melawan hoaks di media sosial, mendukung produk lokal, berprestasi di bidang akademik maupun teknologi, serta taat hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara; dengan demikian, nasionalisme modern berarti bangga menjadi Indonesia sekaligus mampu bersaing dan berkolaborasi secara global

  9. Avatar Imaduddin Abduh Rohim
    Imaduddin Abduh Rohim

    Menurut saya, bela negara bukan sekadar kewajiban konstitusi atau identik dengan angkat senjata, tetapi lebih luas sebagai wujud cinta tanah air yang tampak dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti mendidik dengan tulus, menjaga kerukunan, melestarikan budaya, hingga berkarya positif di era digital; sebab dengan kesadaran itulah persatuan bangsa akan terjaga dan masa depan Indonesia dapat terus berdiri kokoh. Selain itu, saya juga melihat bahwa bela negara akan semakin bermakna bila setiap warga menjalankannya dengan ikhlas sesuai perannya masing-masing. Tidak semua orang bisa berada di garis depan pertahanan militer, tetapi semua bisa berkontribusi melalui kerja keras, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa. Dengan demikian, bela negara bukan hanya semboyan, melainkan napas kehidupan yang menumbuhkan persatuan, solidaritas, dan harapan bagi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.

  10. Avatar Candra suherlan
    Candra suherlan

    Menurut tanggapan saya, Kolaborasi sebagai Wujud Nasionalisme Modern
    Nasionalisme modern adalah tentang kolaborasi dan sinergi. Tidak ada lagi individu atau kelompok yang bisa berdiri sendiri.
    โ€ข Kolaborasi Lintas Sektor: Bela negara dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil. Misalnya, perusahaan dapat mendukung program pelatihan keterampilan bagi pemuda, atau komunitas dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga kebersihan lingkungan.
    โ€ข Jaringan Global untuk Kepentingan Nasional: Di era digital, nasionalisme tidak berarti mengisolasi diri. Sebaliknya, ini adalah tentang menggunakan jaringan global untuk kepentingan bangsa. Para profesional, seniman, dan ilmuwan Indonesia di luar negeri dapat menjadi duta bangsa, mempromosikan budaya dan potensi Indonesia di kancah internasional.
    โ€ข Gerakan Sosial dan Komunitas: Banyak komunitas dan gerakan sosial yang secara tidak langsung mengimplementasikan nilai bela negara. Contohnya adalah komunitas yang berfokus pada pelestarian bahasa daerah, komunitas sukarelawan untuk bencana alam, atau komunitas yang bergerak di bidang pendidikan gratis. Mereka semua adalah pahlawan modern yang membangun bangsa dari berbagai sisi.

  11. Avatar Salva Fakhira
    Salva Fakhira

    Artikel ini cukup memberikan ilmu baru mengenai Bela Negara dan Jiwa Nasionalisme, artikel ini sangat membantu. Dalam artikel ini menjelaskan bahwasannya Bela Negara ini memiliki beberapa unsur yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan awal membela negara.
    Dalam artikel ini juga menyajikan informasi bahwa Indonesia memiliki sistem pertahanan unik yang disebut Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Dengan tiga ciri Sishankamrata yaitu kerakyatan, kesemestaan, dan kewilayahan.
    Jadi, pada intinya rakyat Indonesia dapat membela Negara bukan hanya melalui fisik saja, bisa juga melalui nonfisik yang dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya ialah guru SD yang bisa mengimplementasikan di lingkungan Sekolah dengan menanamkan jiwa disiplin pada siswa, memperkenalkan Pancasila, dan lain sebagainya. Artikel ini sangat bagus unuk dibaca, memberikan ilmu pengetahuan sesuai dengan era sekarang.

  12. Avatar Syifa Handayani
    Syifa Handayani

    Komentar :
    Perluasan definisi, artikel ini berhasil memperluas definisi bela negara dari yang sering dipahami sebagai konsep militeristik menjadi sesuatu yang lebih luas dan non-fisik. Contoh-contoh seperti guru SD, petani, hingga content creator sangat efektif dalam menunjukkan bahwa setiap profesi bisa menjadi wujud bela negara.

    Sarannya :
    Struktur dan Alur Meskipun artikel ini sudah baik, alur penulisannya bisa lebih terstruktur. Misalnya, transisi dari pembahasan bela negara ke nasionalisme bisa dibuat lebih mulus. Penambahan sub-judul atau poin-poin yang lebih jelas bisa membantu pembaca mengikuti alur pemikiran dengan lebih baik.

  13. Avatar Eneng Reni
    Eneng Reni

    Terimakasih,. sangat menginspirasi dan memberikan pemahaman tentang bela negara, banyak hal yang bisa kita lakukan, untuk membela negara kita ini.

  14. Avatar Fadilah Angelih
    Fadilah Angelih

    Artikel ini menurut saya sangat bagus dan relevan dengan kondisi kekinian, terutama karena berhasil memaparkan bela negara bukan hanya dalam konteks militer, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa hal yang bisa menjadi catatan positif sekaligus konstruktif:
    Positif
    -Bahasa yang komunikatif โ€“ Tulisan mudah dipahami, alurnya runtut, dan memberi contoh konkret sehingga pembaca dari berbagai kalangan bisa ikut memahami maknanya.
    -Kontekstual dengan era digital โ€“ Menyinggung isu globalisasi, hoaks, dan ruang digital menjadikan artikel ini terasa relevan dengan generasi muda.
    -Contoh nyata profesi โ€“ Penggambaran guru SD sebagai pejuang bela negara nonfisik sangat menyentuh, karena memberi perspektif baru bahwa bela negara bisa dilakukan lewat pendidikan.
    Saran Konstruktif
    -Pengembangan contoh aktual โ€“ Misalnya, menyebut gerakan nyata anak muda di media sosial yang mempromosikan produk lokal atau budaya Indonesia.
    Penekanan pada solusi praktis โ€“ Artikel sudah bagus menjelaskan konsep, tapi bisa lebih aplikatif jika diberi poin-poin praktis sederhana yang bisa langsung dilakukan pembaca sehari-hari.
    -Struktur visual โ€“ Jika ini ditujukan untuk media online, akan menarik jika disertai infografis atau kutipan singkat yang menonjolkan poin penting.
    Secara keseluruhan, artikel ini sangat inspiratif dan bisa memotivasi pembaca untuk memahami makna bela negara dan nasionalisme secara lebih luas serta mengaplikasikannya sesuai bidang masing-masing.

  15. Avatar Widya Munggaran Pramesty
    Widya Munggaran Pramesty

    Bela negara bukan hanya angkat senjata, melainkan sikap cinta tanah air, kesadaran berbangsa, keyakinan pada Pancasila, kerelaan berkorban, dan kontribusi sesuai peran. Wujudnya bisa fisik, seperti pertahanan militer, maupun nonfisik, seperti menjaga persatuan, melawan hoaks, mendukung produk lokal, atau mendidik generasi muda. Nasionalisme menjadi jiwa bela negara: rasa bangga dan setia pada bangsa yang diwujudkan dalam solidaritas dan toleransi. Dengan semangat ini, setiap wargaโ€”guru, petani, tenaga medis, hingga anak muda kreatifโ€”adalah pejuang yang menjaga Indonesia tetap tegak dan maju.

  16. Avatar Muhamad Taufik ginanjar
    Muhamad Taufik ginanjar

    Menurut saya artikel ini bagus karena menekankan bahwa bela negara nggak selalu soal militer, tapi juga lewat hal kecil seperti menjaga persatuan, melawan hoaks, dan melestarikan budaya. Hanya saja, akan lebih menarik kalau penulis menambahkan contoh konkret yang dekat dengan anak muda, misalnya peran mahasiswa di era digital. Secara keseluruhan, tulisan ini relevan untuk mengingatkan bahwa bela negara adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat.

  17. Avatar Disya Oktora
    Disya Oktora

    Sangat bagus dan inspiratif karena di era globalisasi ini anak2 cendurung tidak mengenal akan negaranya sendiri .. cara berkomunikasi dan mengenal budaya
    Semoga dengan artikel ini bisa memajukan anak2 indonesia bagaimana mencintai negara kesatuan indonesia

  18. Avatar Disya Oktora Rosadi
    Disya Oktora Rosadi

    Sangat bagus dan inspiratif karena di era globalisasi ini anak2 cendurung tidak mengenal akan negaranya sendiri .. cara berkomunikasi dan mengenal budaya
    Semoga dengan artikel ini bisa memajukan anak2 indonesia bagaimana mencintai negara kesatuan indonesia

  19. Avatar Disya Oktora Rosadi
    Disya Oktora Rosadi

    Sangat bagus dan inspiratif karena di era globalisasi ini anak2 cendurung tidak mengenal akan negaranya sendiri .. cara berkomunikasi dan mengenal budaya
    Semoga dengan artikel ini bisa memajukan anak2 indonesia bagaimana mencintai negara kesatuan indonesia

  20. Avatar Disya Oktora Rosadi
    Disya Oktora Rosadi

    Sangat bagus dan inspiratif karena di era globalisasi ini anak2 cendurung tidak mengenal akan negaranya sendiri .. cara berkomunikasi dan mengenal budaya
    Semoga dengan artikel ini bisa memajukan anak2 indonesia bagaimana mencintai negara kesatuan indonesia

  21. Avatar Shintya Yuliani S
    Shintya Yuliani S

    Artikel ini menyadarkan kita kalau bela negara itu tidak selalu soal angkat senjata atau hal-hal yang kelihatan “militer banget”. Artikel yang ditulis di sini membuat semakin jelas kalau bela negara bisa lewat hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari, misalnya guru yang sabar mengajarkan muridnya, petani yang menjaga ketahanan pangan, sampai anak muda yang kreatif di dunia digital. Bagian yang mengaitkan bela negara dengan nasionalisme menurut saya bagus, karena kadang orang menganggap nasionalisme itu hanya sekadar ikut upacara atau hafal lagu kebangsaan. Padahal, artikel ini menunjukkan kalau nasionalisme itu bisa hidup lewat sikap sederhana seperti saling toleransi, memakai produk lokal, dan menghargai budaya sendiri. Intinya, tulisan ini membawa vibes positif sekali untuk kita sebagai generasi muda agar tidak hanya cinta Indonesia di omongan, tetapi juga dibuktikan lewat aksi nyata

  22. Avatar Aa amarudin

    Artikel ini sangat menarik karena mampu menjelaskan konsep bela negara secara menyeluruh sekaligus relevan dengan kehidupan modern. Bahasa yang digunakan sederhana namun inspiratif, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Contoh konkret seperti guru SD membuat isi artikel terasa lebih nyata. Secara keseluruhan, artikel ini berhasil menumbuhkan kesadaran bahwa bela negara adalah tanggung jawab semua warga sesuai peran masing-masing.

  23. Avatar Lia Yuliani
    Lia Yuliani

    Saya sangat menikmati artikel ini. Penulis berhasil mengemas topik berat menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Saya setuju bahwa nasionalisme di era kekinian harus adaptif. Selain yang sudah disebutkan, menurut saya, rasa nasionalisme juga bisa diperkuat dengan menghargai produk lokal dan mendukung industri kreatif di Indonesia. Ini adalah bentuk bela negara yang konkret dan bisa langsung kita lakukan. Terima kasih atas pemikirannya yang mendalam

  24. Avatar Lia Yuliani
    Lia Yuliani

    Saya sangat menikmati artikel ini. Penulis berhasil mengemas topik berat menjadi sesuatu yang mudah dipahami. Saya setuju bahwa nasionalisme di era kekinian harus adaptif. Selain yang sudah disebutkan, menurut saya, rasa nasionalisme juga bisa diperkuat dengan menghargai produk lokal dan mendukung industri kreatif di Indonesia. Ini adalah bentuk bela negara yang konkret dan bisa langsung kita lakukan. Terima kasih atas pemikirannya yang mendalam.

  25. Avatar Rahayu Fauziah
    Rahayu Fauziah

    artikel ini sangat menginspiratif bagi pembaca, selain memberikan pengetahuan bahwa membela negara itu tidka hanya dapat kita lakukan dengan cara yang menggunakan fisik/senjata namun juga dapat kita lakukan dengan tindakan yang sesuai dengan kemampuan kita dengan tujuan yang baik tentunya. contohnya ketika kita menjadi pendidik maka kita juga sedang berjuang membela negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita

  26. Avatar SANDRA NOVI ANDARINI
    SANDRA NOVI ANDARINI

    Artikel ini berhasil sebagai pengingat dan penguat semangat yang baik tentang arti bela negara untuk generasi sekarang. Namun, kurang dalam memberikan analisis mendalam tentang tantangan dan contoh praktis yang sangatย spesifik.

  27. Avatar Farah Faizah Arafah
    Farah Faizah Arafah

    Menurut saya bagus karena mengingatkan bahwa bela negara bukan hanya tugas tentara, tapi bisa dilakukan siapa saja lewat hal-hal sederhana, misalnya menjaga persatuan, melawan berita bohong, melestarikan budaya, dan mendukung produk dalam negeri. Pesannya penting supaya kita punya rasa cinta tanah air yang sehat dan terbuka. Tantangannya adalah bagaimana membuat sikap itu benar-benar terlihat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebatas teori.

  28. Avatar Farah Faizah Arafah
    Farah Faizah Arafah

    Menurut saya bagus karena mengingatkan bahwa bela negara bukan hanya tugas tentara, tapi bisa dilakukan siapa saja lewat hal-hal sederhana, misalnya menjaga persatuan, melawan berita bohong, melestarikan budaya, dan mendukung produk dalam negeri.

  29. Avatar Rahayu Fauziah
    Rahayu Fauziah

    Pastinya sangat memberikan pengetahuan bahwa membela negara itu tidak hanya dapat kita lakukan dengan cara yang menggunakan fisik namun juga dapat kita lakukan dengan tindakan yang sesuai dengan kemampuan kita dengan tujuan yang baik tentunya. Sebagai guru SD juga menjadi salah satu bentuk bela negara Banyak contoh misal sebagai pelajar, cukup dengan menuntut ilmu dengan baik, berprestasi dalam bidang yang diampu itu pun bentuk perjuangan bela negara. Taat pajak bagi masyarakat yang wajib pajak. Banyak sekali bentuk bela negara pastinya.

  30. Avatar Silvia Julianti Dewi-23060129-B1
    Silvia Julianti Dewi-23060129-B1

    Artikel ini bagus karena berhasil menjelaskan bela negara dan nasionalisme dengan cara yang relevan untuk anak muda zaman sekarang. Penulisnya cerdas, karena tidak lagi melihat bela negara hanya sebagai urusan perang, tapi juga sebagai hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari.
    Poin tentang bela negara non-fisik itu sangat kena, seperti melawan hoaks dan mencintai produk lokal. Ini penting banget di era digital di mana ancaman datang bukan dari serangan militer, tapi dari informasi yang menyesatkan.
    Satu saran kecil yang bisa membuat artikel ini lebih kuat lagi: beri contoh yang lebih konkret. Misalnya, bagaimana seorang Youtuber atau desainer grafis bisa membela negara melalui karyanya. Itu akan membuat konsepnya jadi lebih nyata dan mudah diikuti.
    Secara keseluruhan, ini tulisan yang sangat bagus dan memotivasi.

  31. Avatar Herra Nur Risma
    Herra Nur Risma

    Artikel ini sangat komprehensif dalam menjelaskan konsep bela negara yang tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga mencakup peran aktif warga negara dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang majemuk dan modern.
    Penekanan pada lima unsur dasar bela negara (cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila, kerelaan berkorban, dan kemampuan awal membela negara) memberikan kerangka yang jelas dan mudah dipahami untuk membangun kesadaran bela negara.
    Penjelasan tentang Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) menambah wawasan pembaca mengenai sistem pertahanan Indonesia yang unik dan inklusif.
    Artikel ini juga berhasil mengaitkan nasionalisme dengan sikap toleransi dan kebersamaan, menghindari nasionalisme sempit yang bisa memecah belah bangsa.

  32. Avatar Refina Wildania A
    Refina Wildania A

    artikel ini sangat bagus menyampaikan konsep bela negara dengan sangat luas dan menyeluruh, tidak hanya dalam konteks militer, tetapi juga dalam ranah pendidikan, sosial, dan digital. Ini sangat penting untuk menyesuaikan pemahaman masyarakat terhadap realitas kekinian.

  33. Avatar Rini Febria Anjani
    Rini Febria Anjani

    Artikel ini menyajikan pemahaman yang komprehensif dan relevan mengenai konsep bela negara yang tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga mencakup peran aktif seluruh warga negara dalam berbagai bidang kehidupan. Pentingnya nasionalisme yang sehat sebagai jiwa yang menggerakkan bela negara, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat kebersamaan dalam keberagaman. Artikel ini sangat relevan di era globalisasi saat ini, mengajak pembaca untuk aktif menjaga identitas dan persatuan bangsa melalui tindakan sehari-hari yang sederhana namun bermakna. Artikel ini efektif dalam mengajak generasi muda dan masyarakat luas untuk memahami dan mengimplementasikan bela negara dengan cara yang modern dan aplikatif.

  34. Avatar Riri Putri Dwianty
    Riri Putri Dwianty

    Arutek ini mengingatkan kita jika bela negara itu tidak hanya soal perang atau angkat senjata. Ternyata hal-hal sederhana seperti guru yang sabar dalam mengajar siswa, petani yang tanam padi, atau anak muda yang berkarya di dunia digital juga termasuk dalam bela negara. Intinya, setiap orang bisa berkontribusi sesuai perannya masing-masing untuk menjaga Indonesia.

  35. Avatar Riri Putri Dwianty
    Riri Putri Dwianty

    Artikel ini mengingatkan kita jika bela negara itu tidak hanya soal perang atau angkat senjata. Ternyata hal-hal sederhana seperti guru yang sabar dalam mengajar siswa, petani yang tanam padi, atau anak muda yang berkarya di dunia digital juga termasuk dalam bela negara. Intinya, setiap orang bisa berkontribusi sesuai perannya masing-masing untuk menjaga Indonesia.

  36. Avatar Silvia Julianti Dewi
    Silvia Julianti Dewi

    Artikel ini bagus karena berhasil menjelaskan bela negara dan nasionalisme dengan cara yang relevan untuk anak muda zaman sekarang. Penulisnya cerdas, karena tidak lagi melihat bela negara hanya sebagai urusan perang, tapi juga sebagai hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari.
    Poin tentang bela negara non-fisik itu sangat kena, seperti melawan hoaks dan mencintai produk lokal. Ini penting banget di era digital di mana ancaman datang bukan dari serangan militer, tapi dari informasi yang menyesatkan.
    Satu saran kecil yang bisa membuat artikel ini lebih kuat lagi: beri contoh yang lebih konkret. Misalnya, bagaimana seorang Youtuber atau desainer grafis bisa membela negara melalui karyanya. Itu akan membuat konsepnya jadi lebih nyata dan mudah diikuti.
    Secara keseluruhan, ini tulisan yang sangat bagus dan memotivasi.

  37. Avatar Indah Permata Putri
    Indah Permata Putri

    artikel yang menarik dan bermanfaat, membuka wawasan bahwa bela negara tidak selalu harus di medan perang, tetapi juga bisa diwujudkan lewat kontribusi kecil sehari-hari. semoga semakin banyak generasi muda yang tersadarkan akan hal ini.

  38. Avatar DESI RAHMAWATI
    DESI RAHMAWATI

    Bela negara itu nggak melulu soal angkat senjata, tapi bisa lewat hal sederhana sesuai peran kita, misalnya guru yang mendidik, petani yang menanam, atau anak muda yang kreatif di dunia digital tanpa nyebar hoaks. Nasionalisme jadi jiwa dari bela negara, wujudnya cinta tanah air, jaga persatuan, bangga pakai produk lokal, dan saling menghargai perbedaan. Jadi, selama kita peduli dan berkontribusi sesuai kemampuan, itu sudah termasuk bela negara.

  39. Avatar Dhea Aprilianti
    Dhea Aprilianti

    Menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya soal angkat senjata, tetapi juga bisa diwujudkan lewat peran sehari-hari sesuai kemampuan, seperti guru yang mendidik, petani yang menanam, atau anak muda yang berkarya.

  40. Avatar Roaisah
    Roaisah

    artikel ini menurut saya sangat bagus karena berhasil membuat konsep bela negara yang sering terasa berat dan kaku, jadi terasa lebih ringan dan relevan untuk kita semua. penulisnya pintar banget pakai analogi “rumah besar”, jadi kita langsung paham kalau menjaga Indonesia itu bukan cuma tugas tentara, tapi tugas kita semua sebagai penghuninya. saya paling suka bagian yang menjelaskan bahwa bela negara di era sekarang itu bukan lagi soal angkat senjata, tapi tentang hal-hal yang kita lakukan sehari-hari. mulai dari guru yang sabar ngajar, petani yang bekerja keras, sampai kita yang bijak pakai media sosial dan mendukung produk lokal. Ini membuat konsepnya jadi lebih personal dan nyata. intinya, artikel ini berhasil mengingatkan kita bahwa nasionalisme dan bela negara itu bukan cuma slogan, tapi harus diwujudkan dalam tindakan. Ini adalah pengingat yang pas, apalagi di zaman sekarang di mana ancaman bisa datang dari mana saja, bahkan dari berita bohong di internet.

  41. Avatar Rida Ramdani
    Rida Ramdani

    Artikel ini menjelaskan tentang bela negara, dimana suatu bentuknya tidak harus membantu berperang atau ikut serta menjadi anggota keamanan negara, melainkan kita harus menjaga dan mengabdi pada peraturan perundangan undangan dan juga butir pancasila, itulah salahsatu hal kecil yang bisa kita lakukan dalam bentuk menjaga dan bela terhadap negara, masih banyak contoh lain yang dapat kita temui baik di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan umum.

  42. Avatar Aam Amalia
    Aam Amalia

    artikel ini sangat bagus karena bisa berhasil membuat konsep bela negara yang menurut kita sebelumnya berat dan kaku tetapi konsep bela negara ini bukan hanya soal senjata tentapi banyak contoh di kehidupan sehari hari seperti guru yang mendidik anak di SD, anak muda yang kreatif di media digital, petani yang menanam serta banyak hal lain tentang contoh bela negara di kehidupan sehari hari.

  43. Avatar Ai Milva Nurhaliza
    Ai Milva Nurhaliza

    Artikel ini sangat bagus dan penting untuk anak muda sekarang. Isinya tidak hanya menginpirasi, tetapi juga penguat dan pengingat untuk generasi sekarang dan meningkatkan kita bahwa cinta terhadap negara bukanlah slogan kosong melainkan sebuah tindakan nyata yang terus menerus kita lakukan. Namun kurangnya dalam artikel ini mengenai analisis tantangan generasi muda yang membangkitkan nasionalisme di tengah arus budaya global yang kuat dan koneksi digital yang semakin meningkat

  44. Avatar Ayu Hijjah Rasyidah
    Ayu Hijjah Rasyidah

    Artikel ini luar biasa dalam menyentuh hal-hal yang sering terlupakan: bahwa bela negara dan nasionalisme bukan hanya soal simbol besar, tapi juga pada setiap detik tindakan kitaโ€”seperti memilih berkata jujur, menjaga tradisi lokal, dan membantu sesama. Terima kasih sudah mengingatkan kita bahwa untuk membangun bangsa, dibutuhkan banyak hati kecil yang berdetak bersama cinta. ๐Ÿ™

  45. Avatar M AGIS PURNAMA

    Secara ringkas, artikel ini adalah bacaan yang penting dan relevan. Penulis berhasil mengubah konsep yang sering dianggap berat menjadi sesuatu yang personal dan bisa dipraktikkan oleh siapa saja. Tulisannya menginspirasi pembaca untuk merefleksikan peran mereka dalam menjaga Indonesia, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata.

  46. Avatar RINA NURIYANTI
    RINA NURIYANTI

    Secara keseluruhan, artikel ini sangat informatif, inspiratif, dan relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Artikel ini dapat menjadi sumber yang baik bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang bela negara dan nasionalisme.

    Saran : Jika memungkinkan, artikel ini dapat dilengkapi dengan data dan statistik yang relevan untuk mendukung argumen-argumen yang disampaikan, misalnya data tentang tingkat kesadaran bela negara di kalangan generasi muda.

  47. Avatar Siva Nur Aini Fitri
    Siva Nur Aini Fitri

    Terimakasih, artikel ini sangat bagus dalam memberikan penjelasan mengenai bela negara

  48. Avatar Ayi Yeyen
    Ayi Yeyen

    Artikel Ini sangat bagus mengangkat tema-nonmiliter seperti hoaks, budaya asing, gaya hidup konsumtif, ruang digital ini cocok dengan tantangan kontemporer. Membuat konsep bela negara terasa bukan sesuatuย masaย lalu.

  49. Avatar Encep Wanda Supriatna
    Encep Wanda Supriatna

    Sebagai pendidik atau calon pendidik, tugas kita adalah membangun masa depan bangsa yang cerah. Bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kekuatan fisik atau angkat senjata, tetapi juga lewat kekuatan non-fisik seperti membangun karakter positif dan membentuk manusia berjiwa Pancasila. Dengan cara ini, bela negara menjadi nyata dan bermanfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  50. Avatar Ersha Febrianty Choerunnisa
    Ersha Febrianty Choerunnisa

    Artikel ini sangat baik dalam menjelaskan bahwa konsep Bela Negara dan Nasionalisme di era modern tidak terbatas pada perjuangan fisik atau militer. Artikelnya juga bagus karena berhasil memperluas makna bela negara dan nasionalisme agar relevan dengan kehidupan sehari-hari.

    Namun, Artikel ini bisa menawarkan lebih banyak saran praktis tentang bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengamalkan Bela Negara di era digital. Misalnya, bagaimana cara mengenali dan melawan (hoaks) yang mengancam persatuan, atau bagaimana cara mendukung produk lokal secara efektif.

  51. Avatar Shelvi Aprilia Ningsih

    Artikel โ€œBela Negara dan Jiwa Nasionalisme di Era Kekinianโ€ ini memberikan pemahaman bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan bisa diwujudkan melalui peran sehari-hari seperti guru, petani, dokter, hingga generasi muda di dunia digital. Tulisan ini relevan dengan kondisi saat ini karena menyinggung tantangan globalisasi, hoaks, dan masuknya budaya asing, serta menekankan pentingnya nasionalisme yang inklusif dan toleran. Meski begitu, artikel ini masih terkesan umum dan akan lebih kuat jika menampilkan contoh nyata atau data konkret, sehingga pembaca bisa melihat bagaimana nilai bela negara benar-benar diterapkan dalam kehidupan.

  52. Avatar Muhamad taufik ginanjar
    Muhamad taufik ginanjar

    artikel ini cukup relevan sama kondisi sekarang. Penulis berhasil nunjukin kalau bela negara itu luas banget, bukan cuma soal perang atau militer, tapi juga bisa lewat sikap sederhana seperti jaga kerukunan dan pakai produk lokal. Cuma mungkin bakal lebih kuat kalau ditambah contoh nyata yang relate sama kehidupan kita sehari-hari, biar pembacanya lebih gampang ngerasain langsung pentingnya bela negara di era kekinian.

  53. Avatar Yeni Tisnawati
    Yeni Tisnawati

    Artikel ini menegaskan bahwa bela negara adalah panggilan moral dan tindakan nyata yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Ini bukan hanya tugas TNI atau polisi, tetapi merupakan tanggung jawab semua warga negara. Contoh yang diberikanโ€”guru yang mendidik, petani yang menjaga ketahanan pangan, dan dokter yang melayani pasienโ€”sangat relevan. Ini menunjukkan bahwa setiap profesi, asalkan dilakukan dengan dedikasi dan cinta tanah air, adalah wujud nyata dari bela negara.

  54. Avatar Imat Laelasari
    Imat Laelasari

    Artikel ini sangat bagus, memberikan pemahaman baru terkait bela negara, dengan didasari rasa nasionalisme wujud bela negara bisa dilakukan dari hal hal yang dekat dengan kita.

  55. Avatar Pandu Alfiandikka
    Pandu Alfiandikka

    Bela Negara di Era Kekinian
    Bela negara bukan hanya soal mengangkat senjata, tapi juga upaya menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dari berbagai ancaman, baik militer maupun non-militer.
    Jiwa Nasionalisme di Era Kekinian
    Nasionalisme merupakan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara. Jika dulu nasionalisme erat kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan, kini jiwa nasionalisme lebih menekankan pada kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.

  56. Avatar ALMI AGUNG IRSYANDI
    ALMI AGUNG IRSYANDI

    Sangat memmberi pengetahuan baru tentang hal kecil yang biasa dilakukan tanda disadari sebagai contoh kecil bagian dari bela negara

  57. Avatar Hasna Salsabila
    Hasna Salsabila

    Artikel ini sangat bagus karena menjelaskan secara detail tentang bela negara, baik dari sisi luar maupun dalam. Penjelasan tersebut menjadi wawasan baru khususnya bagi saya sebagai pembaca. Dari mulai pengertian, tujuan, hingga manfaat bela negara disampaikan dengan jelas sehingga mudah dipahami. Selain itu, artikel ini juga memberikan gambaran nyata bagaimana bela negara dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membuat saya semakin termotivasi untuk ikut serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

  58. Avatar Risma Anggi Yani
    Risma Anggi Yani

    Artikel ini sangat bagus dan inspiratif mengingatkan kita bahwa membela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata saja, tapi juga bagaimana kita cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan awal membela negara dengan cara mewujudkan lewat tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan sesuai dengan profesi masing-masing. Jadi kita bisa membela negara bukan hanya melalui fisiknya saja, tapi juga bisa melalui nonfisik bela negara wajib bagi kita semua.

  59. Avatar Hasna Salsabila
    Hasna Salsabila

    Artikel ini sangat bagus karena menjelaskan secara detail tentang bela negara, baik dari sisi luar maupun dalam. Penjelasan tersebut menjadi wawasan baru khususnya bagi saya sebagai pembaca. Dari mulai pengertian, tujuan, hingga manfaat bela negara disampaikan dengan jelas sehingga mudah dipahami.

  60. Avatar Eli Yuliasari
    Eli Yuliasari

    Artikel ini memberikan wawasan ternyata bela negara itu bukan hanya tentang mengangkat senjata, akan tetapi ada makna yang lebih luas seperti menanamkan rasa nasionalisme pada anak serta menanamkan rasa cinta tanah air. Agar anak anak terhindar dari mencintai budaya asing.

  61. Avatar Resa Kurniawati
    Resa Kurniawati

    Menurut saya artikel ini berhasil melebar makna โ€œbela negaraโ€ di luar aspek militer. Menjelaskan bahwa bela negara bisa melalu tindakan nonfisik seperti menjaga kerukunan, melestarikan budaya lokal, melawan hoaks, mendukung produk lokal, dll. Penulis jg menyebutkan tantangan di era globalisasi seperti arus budaya asing yg mengancam, hoaxs, gaya hidup konsumtif. Penekanan pd nonfisik ini sangat relevan di kalangan generasi muda. Artikel ini jg memuat contoh guru SD, petani dan tenaga medis sehingga membantu pembaca untuk memahami bahwa setiap orang punya peran sesuai kemampuannya.
    Namun alangkah baiknya jika artikel ini memuat contoh kongkret seperti komunitas digital, influencer, blogger atau konten kreatir yg sudah melakukan aksi positif bela negara dg menjaga budaya lokal, melawan disinformasi, menpromosiksn produk lokal, dsb. Hal ini akan membuat pembaca muda lebih terinspirasi dan bisa melihat โ€œini bisa saya lakukan jugaโ€
    Kemudian kedepannya artikel ini lebih kritis lgi membuka permasalahan yg sudah mengakar di Indonesia terutama korupsi. Bnyk beredar di medsos para pejabat korupsi, nah apakah ini karena kurangnya bela negara dan nasionalisme diantara mereka? Atau apakah sistem pendidikan di Indonesia belum sesuai? Alangkah baiknya jiga dicantumkan solusi real yg hrs dilakukan masyarakat dlm menyikspi fenomena korupsi tersebut

  62. Avatar Nabila Awalia
    Nabila Awalia

    Artikel ini sangat bagus dan inspiratif, memberi wawasan luas dari arti membela negara.

  63. Avatar Widhia Nurbayanti
    Widhia Nurbayanti

    Artikel ini merupakan artikel yang memberi pengetahuan bahwa begitu luasnya arti dari bela negara.Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa, keyakinan pada Pancasila, serta kesediaan berkorban demi bangsa. Artinya, siapa pun bisa membela negara, tidak terbatas pada tentara atau aparat keamanan. Guru yang mendidik siswanya dengan sungguh-sungguh, petani yang menjaga ketahanan pangan, dokter yang melayani pasien dengan tulus, hingga generasi muda yang berkreasi positif di dunia digitalโ€”semua itu adalah wujud bela negara.

    Namun dalam implementasi dalam pendidikan di sekolah dasar. Bela negara merupakan hal yang dapat menjadi tombak kita dalam membentuk karakter siswa di sekolah dasar. Dengan menerapkan hal-hal yang berkaitan dengan nilai bangsa maka anak akan terbiasa untuk mencintai tanah airnya serta senantiasa menujung tinggi nilai-nilai pancasila.

  64. Avatar SHYFA ANNISA
    SHYFA ANNISA

    artikel ini sangat bermanfaat jadi bela negara dan jiwa nasionalisme di era kini harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, baik secara fisik maupun nonfisik, dengan semangat persatuan dan cinta tanah air agar Indonesia tetap kokoh dan bermartabat

  65. Avatar Nabila Cahya lalita
    Nabila Cahya lalita

    Menurut saya, penekanan pada Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) juga penting banget karena mengingatkan kita bahwa pertahanan negara adalah tanggung jawab bersama, bukan cuma aparat keamanan. Di era globalisasi, bela negara nonfisikโ€”seperti menjaga budaya, melawan hoaks, dan mendukung produk lokalโ€”justru jadi kunci agar kita tetap kuat dan bersatu.

    Bagian tentang guru SD sebagai โ€œprajurit tanpa seragamโ€ juga menyentuh. Pendidikan memang fondasi utama bangsa, dan guru punya peran vital membentuk karakter generasi penerus yang cinta tanah air.

  66. Avatar Tizzar Dhimaz Caprio
    Tizzar Dhimaz Caprio

    Artikel ini kuat dalam menggugah kesadaran bahwa bela negara bukan hanya tentang hal-hal besar, tapi juga tentang hal-hal kecil dan kontemporer.

    Bisa menjadi motivator dan sumber referensi baik untuk siswa, guru, ataupun masyarakat umum yang ingin lebih memahami peran mereka dalam membangun bangsa.

  67. Avatar Han
    Han

    Bacaan yang bermanfaat bisa menambahkan pengetahuan,kita jadi tau bela negara tidak harus masuk militer

  68. Avatar Han
    Han

    Artikel yang menambah ilmu dan bermanfaat

  69. Avatar Sri Nuraeni_B2
    Sri Nuraeni_B2

    Menurut saya artikel ini sangat bagus dan mudah dipahami. Penulis berhasil menjelaskan bahwa bela negara dan nasionalisme bukan hanya urusan militer atau hal-hal besar, tetapi bisa diwujudkan oleh siapa saja dalam kehidupan sehari-hari.

    Poin paling pentingnya adalah bahwa bela negara juga mencakup tindakan sederhana seperti guru yang mengajar dengan tulus, petani yang bekerja keras, atau anak muda yang berkarya positif. Ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam menjaga negara.

    Contoh guru SD sebagai “prajurit tanpa seragam” sangat mengena dan inspiratif. Artikel ini tidak hanya memberi informasi, tetapi juga mengajak kita semua untuk berkontribusi nyata bagi bangsa. Secara keseluruhan, ini adalah tulisan yang relevan dan penting, terutama untuk dibaca oleh generasi muda.

  70. Avatar difani
    difani

    Di era kekinian, bela negara dan jiwa nasionalisme tidak lagi hanya soal perang atau angkat senjata, tetapi bagaimana setiap warga negara berkontribusi positif bagi bangsa. contohnya Ini bisa dilakukan dengan mencintai produk lokal di jaman sekarang, Dengan memilih produk dalam negeri, kita mendukung ekonomi nasional, membantu UMKM berkembang, dan menciptakan lapangan kerja. Produk lokal juga kini bersaing dalam kualitas, sehingga tidak kalah dengan produk luar.

  71. Avatar Alviah Nurul Azizah
    Alviah Nurul Azizah

    Artikel ini sangat bagus, dengan ini kita bisa mengetahui bahwa bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa, keyakinan pada Pancasila, serta kesediaan berkorban demi bangsa. Jadi kewajiban membela negara merupakan tugas seluruh rakyat indonesia bukan aparat tni/polri atau pemerintahan saja.

  72. Avatar Riska Yulyanti
    Riska Yulyanti

    Artikel ini sangat menarik, Terima kasih telah membantu mengingatkan tentang pentingnya bela negara sangat bermanfaat bagi saya calon guru dan warga negara di negara kita tercinta ini. Semoga kedepannya penulis dapat membuat artikel dengan isi cara menumbuhkan kesadaran bela negara dan jiwa nasionalisme pada peserta didik di era digital ini dimana semakin marak penyimpangan-penyimpangan, berita hoax karena perkembangan sosial media yang sangat pesat,apalagi di tambah ada game online, judol dll yang membuat mereka tertarik karena faktor lingkungan sehingga kurang bersemangat untuk hadir ke sekolah. ๐Ÿ™

  73. Avatar Wafa Halimatusa'adah
    Wafa Halimatusa’adah

    Artikel ini memiliki nilai tinggi dalam membangkitkan kesadaran bahwa bela negara dan nasionalisme adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya aparat militer. Ia berhasil meredefinisi dan menguatkan konsep bela negara agar relevan di era global, digital, dan beragam ancaman nonfisik.

    Agar dampaknya makin nyata, perlu adanya tambahan bukti empiris, contoh konkret yang aplikatif, analisis tantangan yang lebih kritis, dan saran implementasi yang operasional. Dengan begitu, bukan hanya sebagai pemicu semangat, tetapi bisa menjadi panduan bagi tindakan nyata dalam masyarakat, sekolah, dan institusi lainnya.

  74. Avatar M Iqbal Maulana
    M Iqbal Maulana

    Dalam artikel ini mengajarkan bahwa sebuah bela negara bisa dilakukan untuk seluruh warga negara, ukan hanya aparat dan pengabdi negara saja. Pentingnya untuk dapat membela negara untuk berlangsungnya pertahanan indonesia yang ditakutkan semakin goyah, dengan ini kita mengetahui betapa pentingnya bela negara untuk kita semua agar bisa menjaga dan melestarikan budaya dan beragam keunikan khas di negara Indoneasia

  75. Avatar Ratnawati
    Ratnawati

    Artikel ini sangat bagus,mengajarkan sebuah bela negara.
    panggilan moral bagi setiap warga untuk berkontribusi sesuai peran dan kapasitas masing-masing.
    Betapa penting nya bela negara agar kita semua bisa menjaga dan melestarikan budaya kita.

  76. Avatar Neng nurlaela
    Neng nurlaela

    Artikel ini membahas bagaimana bela negara dan nasionalisme perlu disesuaikan dengan tantangan era digital,globalisasi,budaya asing, berita hoaks, dan gaya hidup konsumtif. Hal itu membuat tema menjadi lebih hidup dan dekat dengan pembaca generasi sekarang.
    Literatura Nusantara.
    Penulis berhasil menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya tentang militer atau perang, tetapi juga tentang kontribusi nonfisik: guru yang mendidik, tenaga kesehatan, peran warga biasa di ruang digital, penggunaan produk lokal, pelestarian budaya, dll.

  77. Avatar Neng nurlaela
    Neng nurlaela

    Artikel ini membahas bagaimana bela negara dan nasionalisme perlu disesuaikan dengan tantangan era digital,globalisasi,budaya asing, dan berita hoax.
    Bela negara harus dilakukan oleh seluruh kalangan dan seluruh masyarakat Indonesia demi menjaga keberlangsungan Indonesia merdeka,cinta Indonesia dengan merpertahankan budaya dan menjunjung nilai-nilai Pancasila.

  78. Avatar Neng nurlaela
    Neng nurlaela

    bela negara dan nasionalisme perlu disesuaikan dengan tantangan era digital,globalisasi,budaya asing, dan berita hoax.
    Bela negara harus dilakukan oleh seluruh kalangan dan seluruh masyarakat Indonesia demi menjaga keberlangsungan Indonesia merdeka,cinta Indonesia dengan merpertahankan budaya dan menjunjung nilai-nilai Pancasila.

  79. Avatar Aspi Nuril Asifa
    Aspi Nuril Asifa

    menurut saya, artikel ini sangat menginspirasi karena mampu mengingatkan kita akan bela negara bahwa dengan melakukan hal sederhana dikehidupan sehari hari pun dapat mengingatkan kita akan sejarah negara indonesia

  80. Avatar Aspi Nuril Asifa
    Aspi Nuril Asifa

    menurut saya artikel ini sangat inspiratif serta bela negara itu harus dilaksanakan oleh seluruh kalangan masyarakat indonesia yang bahkan merupakan kewajiban sebagai warna negara

  81. Avatar Fitri Pitasari
    Fitri Pitasari

    Pendapat saya artikel ini menjelaskan bahwa :
    Pendidikan Bela Negara untuk Guru:
    Peningkatan Wawasan: Pendidikan bela negara membekali guru dengan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah perjuangan bangsa, ideologi Pancasila, dan pentingnya menjaga kedaulatan negara.
    Penguatan Karakter: Kegiatan bela negara dapat membentuk calon guru dan guru yang memiliki mental dan fisik yang tangguh, inisiatif, serta gigih dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.
    Meningkatkan Semangat Nasionalisme: Dengan semangat bela negara yang kuat, guru dapat lebih bersemangat untuk mengabdi dan berkontribusi dalam membangun bangsa, serta lebih siap menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap kedaulatan bangsa.

  82. Avatar Susilawati
    Susilawati

    Artikel ini sangat menginspirasi. Mudah-mudahan kita semua dapat bela negara dari hal-hal terkecil yang bisa kita lakukan. Bela negara tidak hanya soal mengangkat senjata dengan tinggi, semua warga negara bisa melaksanakan bela negara dengan caranya masing-masing.

  83. Avatar swimmingsublime39b19d9a86
    swimmingsublime39b19d9a86

    Artikel ini sangat baik dalam menyajikan konsep bela negara dan nasionalisme sebagai tanggung jawab semua warga, bukan hanya aparat militer. Penjelasan tentang bela negara yang melibatkan peran guru, petani, dan generasi muda sangat relevan dan menggugah kesadaran. Pembahasan tentang bela negara fisik dan nonfisik di era globalisasi juga sangat kontekstual dan penting. Artikel ini berhasil menghubungkan nilai-nilai Pancasila, konstitusi, dan semangat kebangsaan secara jelas dan aplikatif. Saya menyarankan untuk menambahkan contoh konkret praktik bela negara di kehidupan sehari-hari agar pembaca lebih mudah mengaplikasikannya.

  84. Avatar Austrin Salsabila Alyaa Rumansyah
    Austrin Salsabila Alyaa Rumansyah

    Artikel ini bermanfaat dan sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini, karena menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, tetapi kewajiban seluruh warga negara sesuai kapasitas masing-masing. Penulis berhasil menunjukkan bahwa guru, petani, tenaga medis, hingga generasi muda di dunia digital memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Selain itu, keterkaitan antara bela negara dengan jiwa nasionalisme digambarkan secara jelas, sehingga pembaca dapat memahami bahwa keduanya saling melengkapi. Pesan utamanya sederhana namun kuat: cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *