Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Admin

  • Takut Tertinggal

    Takut Tertinggal

    [Sumber gambar: AI] Penulis: Heri Isnaini Ada satu ketakutan yang jarang diucapkan dengan suara keras, tetapi sering berdengung di kepala, yaitu “takut tertinggal”. Bukan tertinggal bus atau kereta, melainkan tertinggal oleh usia, oleh teman sebaya, oleh hidup yang tampaknya bergerak lebih cepat dari kemampuan kita mengejarnya. Kita hidup di zaman perbandingan. Setiap hari, layar kecil […]

    Continue Reading

  • Foto Cetak, Album, dan Menunggu Cuci Film

    Foto Cetak, Album, dan Menunggu Cuci Film

    [Sumber gambar: https://google.com] Penulis: Heri Isnaini Pada tahun 1990-an, foto bukan sesuatu yang instan. Ia adalah peristiwa yang ditunda. Setiap kali tombol kamera ditekan, yang dihasilkan bukan gambar, melainkan harapan. Tidak ada layar untuk mengecek ulang. Tidak ada opsi menghapus. Yang ada hanya keyakinan sekaligus keraguan bahwa momen itu benar-benar tertangkap. Kamera saku dengan roll […]

    Continue Reading

  • Hujan, Petir, dan Ketakutan Kolektif

    Hujan, Petir, dan Ketakutan Kolektif

    [Sumber gambar: https://www.kompasiana.com/] Penulis: Heri Isnaini Musim hujan pada tahun 1990-an bukan sekadar peristiwa cuaca. Ia adalah situasi batin. Langit yang tiba-tiba menggelap, angin yang datang tanpa permisi, dan bunyi petir yang meledak seperti pintu langit dibanting, semuanya membentuk satu kesadaran bersama, yakni ada sesuatu yang harus diwaspadai. Waktu itu, hujan selalu datang bersama instruksi. […]

    Continue Reading

  • Wartel, Telepon Koin, dan Seni Menunggu

    Wartel, Telepon Koin, dan Seni Menunggu

    [Sumber gambar: https://kaltengtoday.com/] Penulis: Heri Isnaini Di masa kecil dan remaja anak 90-an, termasuk saya, komunikasi tidak pernah instan. Ia harus diupayakan. Wartel dan telepon koin menjadi ruang perantara antara rindu dan suara. Ruang sempit mengajarkan bahwa berbicara juga membutuhkan kesabaran. Wartel selalu punya suasana khas bilik-bilik kecil bersekat tipis, bau plastik dan kertas catatan, […]

    Continue Reading

  • Kaset, Walkman, dan Seni Mendengarkan

    Kaset, Walkman, dan Seni Mendengarkan

    [Sumber gambar: https://rri.co.id/iptek/] Penulis: Heri Isnaini Di masa kecil saya, mendengarkan musik bukan kegiatan sambil lalu. Ia adalah peristiwa sekaligus momuntum kontemplasi. Kaset pita, walkman, radio, dan baterai kecil yang cepat habis membentuk satu ekosistem sederhana yang penuh makna. Dari situ, saya belajar bahwa musik selalu datang bersama keterbatasan dan tentu saja kesabaran. Walkman jarang […]

    Continue Reading

  • Bacaan Populer dan Imajinasi Anak 90-an

    Bacaan Populer dan Imajinasi Anak 90-an

    [Sumber gambar: https://radarbanyumas.disway.id/] Penulis: Heri Isnaini Bagi saya, komik Tatang S. bukan satu-satunya pintu. Ia berdiri sejajar yang saling menguatkan dengan bacaan populer lain yang mengisi masa kecil generasi 1990-an. Saat itu, imajinasi kami dibentuk oleh apa yang tersedia di kios koran, lapak buku bekas, dan pinjaman teman sekolah. Tidak ada kurasi algoritmik, yang ada […]

    Continue Reading

  • Menjadi Guru Madrasah yang Amanah

    Menjadi Guru Madrasah yang Amanah

    [Sumber gambar: Dokumentasi penulis] Penulis: Suhendi, S.Pd. Nama saya Suhendi, S.Pd., guru di MI Hidayatul Islam, Dusun Keboncau. Setiap pagi hingga menjelang siang hari, dengan penuh semangat dan keikhlasan, saya menyusuri jalan kecil di dusun ini, jalan yang saat musim hujan berubah licin, dan ketika kemarau diselimuti debu. Dari jalan sederhana itulah hari-hari saya sebagai […]

    Continue Reading

  • Sertifikat Bulan Februari 2026

    Sertifikat Bulan Februari 2026

    Kontributor dapat unduh sertifikat di sini.

    Continue Reading

  • Makanan dan Jajanan Anak 90-an

    Makanan dan Jajanan Anak 90-an

    [Sumber gambar: https://radarbanyumas.disway.id/] Penulis: Heri Isnaini Tahun 1990-an, dunia terasa lebih kecil, tetapi juga lebih hangat. Kami tidak mengenal food court, delivery app, atau istilah comfort food. Namun anehnya, hampir semua makanan di masa itu justru terasa sangat “menghibur”. Barangkali karena ia tidak hanya masuk ke perut, tetapi juga ke ingatan. Saya tumbuh bersama jajanan […]

    Continue Reading

  • MTV yang Perlahan Membentuk Selera Anak Sekolah Zaman Dulu

    MTV yang Perlahan Membentuk Selera Anak Sekolah Zaman Dulu

    [Sumber gambar: https://www.detik.com/] Penulis: Heri Isnaini Waktu saya masih sekolah, MTV bukan sekadar saluran televisi. Ia adalah ruang belajar alternatif, yang tanpa kurikulum, tanpa ujian, tetapi diam-diam membentuk selera, bahasa, dan cara memandang dunia. Sepulang sekolah, atau menjelang magrib, televisi sering menyala bukan untuk berita, melainkan untuk menunggu klip musik diputar. MTV mengajarkan kami satu […]

    Continue Reading