Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

Aku, Seorang Mahasiswa

[Sumber gambar: rosgana@hotmail.com]

Penulis: Hani Nur Syaidah

Aku pernah menjadi bocah di jalan kecil kampungku,
yang tiap pagi dibangunkan kokok ayam
dan harum sarapan ibu.
Dengan seragam sederhana dan langkah tergesa,
aku menuju sekolah—
gerbang kecil tempat mimpi pertama kali menyalakan cahaya.

Di bangku kayu yang sering berderit,
kucatat rahasia alam dalam pelajaran IPA,
dan kutangkap denyut bahasa pada setiap bait Indonesia.
Guru-guruku, bagai lentera senja,
menyulam kesabaran
ke dalam setiap penjelasan yang mereka ucapkan.

Kadang letih hinggap seperti burung di pundak,
namun kutahu:
belajar adalah jalan panjang menuju masa depan
yang belum sempat kutemui namanya.
Seni mengajarku merayakan hidup,
olahraga mengajarku tegar dalam jatuh bangun.

Suatu hari kami merapikan kebun sekolah—
tempat daun gugur dan sampah bersilang suara.
Di sanalah aku belajar bahwa bumi
adalah halaman rumah yang harus dijaga;
bahwa kebersihan tak hanya tugas,
melainkan cermin diri seorang manusia.

Kini, ketika langkahku memasuki dunia mahasiswa,
aku mengingat lagi perjalanan kecil itu:
bahwa ilmu bukan sekadar deret pelajaran,
melainkan jalan sunyi
yang membentuk hati agar peka dan bertanggung jawab.

Aku bangga menjadi pelajar—
anak kecil yang tumbuh bersama cahaya,
mahasiswa yang masih mengejar makna;
dan selama nafas belajar masih ada,
aku akan berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia.

Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *