Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

68 Pemakalah dari Luar dan Dalam Negeri Mengikuti Seminar Internasional LEICon 5 PBSI IKIP Siliwangi

[Sumber gambar: Panitia LEICon 2025]

Penulis: Heri Isnaini

Sebanyak 68 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri mengikuti Seminar Internasional Pendidikan Bahasa ke-5 (LEICon 5) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Siliwangi. Tahun ini, konferensi terasa semakin istimewa karena seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara daring, sehingga memungkinkan kehadiran lebih dari 500 peserta dari berbagai wilayah Indonesia maupun mancanegara tanpa batasan ruang dan jarak. Melalui platform digital, suasana ilmiah tetap terasa hangat dan dinamis. Para peserta bergabung dari ruang kerja, kampus, hingga rumah masing-masing, berbagi perhatian pada isu-isu penting seputar pendidikan bahasa dan sastra di era digital.

Dengan mengusung tema “Transformasi Bahasa dan Sastra di Era Digital: Integrasi Teknologi dan Pendidikan Menuju Era 5.0,” LEICon 5 tahun ini benar-benar menunjukkan bagaimana teknologi digital mampu memperluas jangkauan kolaborasi akademik. Dalam sambutan pembukaan, Rektor IKIP Siliwangi, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd., menekankan pentingnya adaptasi pendidikan terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan yang melekat dalam proses pembelajaran bahasa. Kehadiran para wakil rektor, dekan, ketua program studi, serta jajaran akademisi lainnya menandai kuatnya komitmen institusi dalam memperkuat tradisi akademik yang responsif terhadap perubahan zaman.

Ketua Panitia LEICon 5, Yeni Rostikawati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena konferensi tahun ini mampu menarik perhatian yang luar biasa dari akademisi nasional dan internasional. Menurutnya, pelaksanaan daring justru memperluas partisipasi, terlihat dari 500 lebih peserta yang terdaftar dan bergabung sepanjang acara. Ia menegaskan bahwa LEICon 5 bukan sekadar forum presentasi ilmiah, tetapi menjadi wadah bertemunya gagasan lintas negara, lintas institusi, dan lintas generasi.

Keberagaman pemakalah semakin memperkaya dinamika ilmiah kegiatan ini. Hadir pemakalah dari Nanjing Normal University Tiongkok, serta berbagai universitas di Indonesia seperti UPI, UNY, Universitas Pasundan, Universitas Khairun, IPI Garut, Universitas Kuningan, Universitas Aisyiyah Bandung, Universitas PGRI Jombang, Universitas Bina Insan, UNSIKA, Universitas Teuku Umar, Universitas Winaya Mukti, dan IKIP Siliwangi sendiri. Setiap pemaparan penelitian membuka ruang refleksi baru tentang bagaimana teknologi memengaruhi bahasa, sastra, dan pedagogi modern.

Tidak hanya itu, konferensi daring ini juga diramaikan oleh para pembicara utama internasional, yaitu Prof. Suyoto dari Kanda University Jepang, Dr. Zamzami Zainuddin dari Flinders University Australia, Vahid Aryadoust, Ph.D., dari Nanyang University Singapura, Dr. Andoyo Sastromiharjo dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan Dr. Ika Mustika dari IKIP Siliwangi. Meski dipisahkan jarak geografis yang jauh, teknologi berhasil menghadirkan mereka dalam satu ruang virtual yang sama, memungkinkan peserta menikmati paparan berkualitas internasional secara langsung. Setiap materi yang disampaikan membuka wawasan baru mengenai literasi digital, pemanfaatan big data, kecerdasan buatan, hingga dinamika bahasa di media sosial.

Sepanjang sesi, ruang virtual LEICon 5 dipenuhi diskusi yang hidup. Peserta aktif bertanya, berdialog, dan berbagi pengalaman melalui fitur-fitur interaktif yang tersedia. Format daring tidak mengurangi kualitas diskusi; justru memberikan keleluasaan bagi peserta dari berbagai daerah untuk terlibat secara penuh. Forum ini menjadi bukti bahwa ruang digital mampu menjadi jembatan bagi pertukaran gagasan akademik tanpa hambatan geografis.

Keberhasilan LEICon 5 tidak terlepas dari dukungan organisasi afiliasi seperti PPJB-SIP, IKAPROBSI, Adobsi Jabar, dan Media Literatura Nusantara, serta sponsor seperti NAWA UTAMA, Syahlaku.id, Dekamu, ESSEN, Constant Digital, Nash, Toko Beras Laris, Elnawa Camilan, Enumik, dan Kopi Torabika. Sinergi dari berbagai pihak itulah yang menjadikan konferensi ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga kaya akan nilai dan manfaat.

Dengan hadirnya 68 pemakalah dan lebih dari 500 peserta dari luar dan dalam negeri, LEICon 5 PBSI IKIP Siliwangi tahun ini benar-benar menjadi tonggak penting dalam perkembangan kegiatan ilmiah di bidang pendidikan bahasa. Melalui format daring yang inklusif, konferensi ini membuktikan bahwa digitalisasi bukanlah hambatan, melainkan peluang besar untuk memperluas jejaring pengetahuan. Gagasan-gagasan yang lahir dari ruang virtual ini diyakini akan memberi kontribusi besar bagi masa depan pendidikan bahasa dan sastra, serta menguatkan posisi IKIP Siliwangi sebagai pusat pertukaran pemikiran akademik yang progresif dan visioner.

Cimahi, 19 November 2025


Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *