Literatura Nusantara

Membumikan Sastra Melangitkan Kata

5 Puisi Euis Rosita

[Sumber gambar: AI]
Penulis: Euis Rosita



Siluet Sunset

Sunrise tertutup awan putih
Desir pasir putih menembus kabut pantai
Wahai sang fajar
Dimanakah kau kini
Siang datang menjelang
Pantai tetap dalam kesunyian cahaya
Hanya debur ombak menjelang siang
Wahai sang surya
Dimanakah kau kini
Sore menjelang malam
Hanya siluet sanset yang terlihat di ufuk senja
Dengan deretan kapal nelayan bersiap mengarungi samudera
Wahai lukisan senja
Dimanakah kau berada

(Pangandaran, Oktober 2025)



Panggilan Ka’bah

Kala hati terpaut dalam sujud
Sembah jiwa raga obat lara
Tersungkur berbaur hati dalam genggaman-Nya
Sajadah merah bergambar ka’bah saksinya
Panggilan itu menakjubkan
Ka’bah di depan mata seolah tak percaya
Bersama bulir-bulir meleleh menutup pandangan
Kiswah terbentang melilit batu hitam
Aroma kasturi semerbak di sekelilingnya
Duhai yang menggenggam jiwa
Kau tempat curahan segala rasa
Kidungku Kau dengar, tobatku Kau ampuni
Hajatku Kau Qobul, Haqul yakin
Karena tidak semua Kau panggil
Makkatul mukarromah
Panggil lagi namaku

(Mekah, Januari 2025)



Madinatul Munawaroh

Madinah yang bercahaya
Julukan kota suci yang kedua
Manusia termulia dalam masjid Nabawi
Raudhah kuhampiri dalam ketenangan

Di bawah payung Madinah
Untaian mutiara do’a melangit dalam kesyukuran
Seperti indahnya bintang tsuraya
Yang mengakhiri kegelapan setiap peristiwa

Debaran dada yang meletup letup
Langkah kaki juntai menuju sinar sirah Nabawi
Mata berkaca menatap kilauan cahaya Madinah
Terbangkan aku kesini lagi

(Madinah, Januari 2025)



Calistung

Ca … Baca
Deretan huruf A sampai Z menghiasi lembaran putih
Setiap huruf kurangkai menjadi kata dalam baris
Setiap kata kurangkai menjadi kalimat dalam paragraf
Kubaca laguku
Lis … Tulis
Kusiapkan pena dan buku terindah yang kubeli di warung terdekat
Apa yang aku rasa, sedih dan gembira
Tertata rapi dalam rangkaian tegak bersambung
Kutulis hikayatku
Tung … Hitung
Satu dua tiga empat lima
Enam tambah tujuh, sembilan kurang delapan
Kuhitung jari tangan kutambah jari kaki
Kuhitung amalku yang tak seberapa

(Tasikmalaya, Maret 2025)



Milad

Cu …
Kau titipan Sang Khaliq pada papa bundamu
Kasih sayang yang tulus tak terganti
Dari orang-orang di sekelilingmu
Cu …
Hari ini usiamu bertambah
Do’a dan ucapan terbaik mengalir deras dari kami
Allah swt. selalu menjagamu setiap saat
Sehat, berlimpah rizqi, sukses dunia akhirat
Cu …
Di akhir tahun ini kami sangat bahagia
Melihatmu tumbuh kembang dengan baik
Tertawa bahagia pada masamu
Bermain berlari mengikuti irama hidupmu
Bahagia selalu dan selamanya

(Jakarta, Desember 2025)

Eksplorasi konten lain dari Literatura Nusantara

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Categories:

2 tanggapan untuk “5 Puisi Euis Rosita”

  1. Avatar Agus Ridwan
    Agus Ridwan

    Subhanallah Puisi bagus nan indah

  2. Avatar MIS Al-Muawanah
    MIS Al-Muawanah

    Masya Allah liburan yang bermakna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *